[POPULER NUSANTARA] Petani Terancam Penjara 15 Tahun Usai Semprot Cabai dengan Cat Merah | "Warung Kecil Disuruh Tutup, Pejabat Boleh Bikin Acara Ramai"

Kompas.com - 02/01/2021, 07:00 WIB
Ilustrasi cabai rawit. SHUTTERSTOCK/ADIE.FOODTOGRAPHYIlustrasi cabai rawit.

 

2. 4 fakta sosok petani yang semprot cabai dengan cat merah

Penemuan cabai rawit bercat merah di Banyumas menggegerkan warga.

Di balik temuan itu, ada sosok BN, seorang petani yang diduga menjadi pelakunya.

BN adalah petani yang berasal dari Desa Napirejo, Temanggung.

"Untuk pelaku cat cabai sudah diamankan penyidik di Temanggung," kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas Kompol Berry.

Dalam menjalankan aksinya, BN menggunakan cat semprot.

"Jadi untuk mengambil keuntungan dari harga yang tinggi, (cabai rawit kuning) dicat pakai Pilox (cat semprot) warna merah," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BN rupanya telah lama menggeluti bidang pertanian cabai.

"Dia jadi petani cabai sejak 2010," kata Berry.

Adapun motif BN melakukan hal itu karena tergiur keuntungan berlebih.

"Motifnya ekonomi, cabai rawit merah harganya Rp 45.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit kuning Rp 19.000 per kilogram," kata Berry.

Baca juga: Palsukan Cabai Rawit Merah dengan Cat Semprot, Petani Ini Dijerat 3 Pasal

3. "Warung kecil disuruh tutup, pejabat boleh bikin acara ramai"

Sepanjang Jalan Sri Soedewi Maschun Sjofwan dioenuhi parkiran mobil plat merah. Ternyata itu parkiran yang meluber dari rumah dinas wali kota Jambi, pada Rabu (30/12/2020KOMPAS.COM/JAKA HB Sepanjang Jalan Sri Soedewi Maschun Sjofwan dioenuhi parkiran mobil plat merah. Ternyata itu parkiran yang meluber dari rumah dinas wali kota Jambi, pada Rabu (30/12/2020
Warga di Jambi berkomentar sinis setelah mengetahui adanya acara di rumah dinas Wali Kota Jambi.

Mereka melihat banyak mobil berpelat merah yang sengaja diparkirkan di pinggir jalan tersebut.

Warga menilai acara itu ditakutkan berupa kerumunan di tengah situasi pandemi.

"Giliran warung-warung kecil disuruh tutup. Giliran mereka (pejabat) bikin acara boleh ramai-ramai," kata seorang warga bernama Hani di sekitar lokasi, Rabu (30/12/2020).

Rupanya acara tersebut adalah acara takziah mengenang 100 hari wafatnya anak Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Kabag Humas Pemkot Jambi Abu Bakar memastikan, meski dilakukan di tengah pandemi namun dipastikan acara menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Acara berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan," tutur dia.

Baca juga: Warung Kecil Disuruh Tutup, Giliran Pejabat Boleh Bikin Acara Ramai-ramai

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X