Satgas Pamtas Gagalkan Penyelundupan Kayu Cendana dan Kembang Api di Belu NTT

Kompas.com - 01/01/2021, 22:00 WIB
Kayu cendana dan kembang api yang diamankan Personel TNI dari Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Timur Yonif Raider Khusus 744/SYB Dokumen Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Timur Yonif Raider Khusus 744/SYBKayu cendana dan kembang api yang diamankan Personel TNI dari Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Timur Yonif Raider Khusus 744/SYB

KUPANG, KOMPAS.com - Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Timur Yonif Raider Khusus 744/SYB menggagalkan penyelundupan kayu cendana dan kembang api dari Timor Leste ke Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dansatgas Yonif RK 744/SYB Letkol Inf Alfat Denny Andrian mengatakan, kayu cendana yang akan diselundupkan itu berjumlah 125 kilogram.

"Sedangkan kembang api, sebanyak 40 kilogram," kata Andrian kepada wartawan, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: Kades dan Sekdes di Kupang Kompak Korupsi Dana Desa Rp 330 Juta

Menurut Andrian, upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan personel pos Motaain yang dipimpin langsung Dankipur 1 Lettu Inf Subhan Hamran.

Andrian menambahkan, kejadian bermula ketika personel pos Motaain hendak melaksanakan patroli keamanan pada (30/12/2020) sekitar pukul 20.00 Wita di wilayah Pantai Pasir Putih Atapupu, Desa Kenebibi Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu, NTT, Kamis (31/12/2020).

"Hal ini dalam rangka mencegah kegiatan ilegal di sepanjang perbatasan RI-Timor Leste, dimana kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin dan kali ini khusus difokuskan pada kegiatan Patroli menjelang pergantian tahun 2021,"jelasnya

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada tengah malam, anggota TNI menggelar patroli ke arah Pantai Pasir Putih di Atapupu dengan jarak 6 Kilometer dengan menggunakan tiga unit sepeda motor.

Baca juga: Keroyok Polisi dan Rusak Mobil Patroli, 4 Warga Kupang Ditahan

Ketika mendekati Pantai Pasir Putih, Serka Fredy Lisapali sebagai anggota tim yang ada di depan, melihat dari kejauhan ada empat orang tengah melaksanakan aktivitas bongkar muat barang dari kapal ke bibir pantai.

Kemudian Serka Fredy Lisapali menambah kecepatan menuju ke tempat kegiatan tersebut.

"Mungkin karena melihat cahaya motor dari tim patroli yang datang mendekat empat orang yang tidak diketahui tersebut dengan cepat melarikan diri menggunakan kapal ke arah laut," jelasnya.

Saat mendekati pantai, anggota TNI menemukan empat buah karung yang berisi kayu cendana seberat 125 kilogram dan dua karton yang berisi kembang api seberat 40 kilogram.

Barang bukti itu, kemudian dibawa dan diamankan di Mako Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur.

"Kita akan perketat dan tingkatkan lagi keamanan di wilayah perbatasan, agar dapat menutup setiap celah yang ada sehingga segala upaya penyelundupam tidak terulang kembali," kata Andrian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X