Kejari Kabupaten Malang Tangkap Buron Kasus Jual Beli Lahan Senilai Rp 3,7 Miliar

Kompas.com - 31/12/2020, 17:40 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.

MALANG, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang menangkap buron terpidana kasus penipuan jual beli tanah, Heppy Rikrik Kristianto.

Terpidana yang buron selama tiga tahun itu ditangkap di area perkebunan porang di Dusun Sambilawang, Desa Sambilawang, Kecamatan Dilanggu, Kabupaten Mojokerto pada Rabu (30/13/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

Penangkapan itu berdasarkan pada Putusan Pengadilan Mahkamah Agung RI Nomor 349 K/PID/2016 tertanggal 27 April 2016 dengan terpidana atas nama Heppy Rikrik Kristianto yang dinyatakan terbukti secara sah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana pada pasal 378 KUHP dengan vonis pidana penjara selama tiga tahun.

"Pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana tersebut dilakukan dengan cara tim jaksa eksekutor menjemput terpidana di area perkebunan porang di Kabupaten Mojokerto," kata Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Sobrani Binzar melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (31/12/2020).

Baca juga: Buron 12 Tahun, Pembunuh Kapolsek di Lampung Ditangkap

Setelah ditangkap, terpidana menjalani rapid test antigen, lalu dimasukkan ke Lapas Kelas I Lowokwaru, Kota Malang pukul 19.30 WIB.

"Perlu kami laporkan bahwa sebelumnya terpidana Heppy Rikrik Kristianto telah menjadi buron selama kurang lebih tiga tahun terhitung sejak putusan Mahkamah Agung tersebut memperoleh kekuatan hukum tetap dikarenakan terpidana selalu berusaha bersembunyi dengan cara berpindah-pindah domisili di beberapa kota," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kasus penipuan oleh terpidana Heppy terjadi pada tahun 2012. Ketika itu, dia menjual lahan seluas 24,8 hektar di Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Lahan itu dijual dengan harga Rp 3.725.000.000 kepada pembeli bernama Ahmad Kamil dan istrinya, Noor Saidah.

"Terpidana berjanji sebagai pihak penjual sanggup untuk mengurus biaya pendaftaran tanah, biaya balik nama hingga terbit sertifikat hak milik (SHM) atas nama pihak pembeli dan sertifikat tanah tersebut akan diserahkan pada November 2012," kata Sobrani.

Baca juga: Buron KPK di Era Firli: Nurhadi Ditangkap, Harun Masiku Masih Misteri

Setelah itu, korban membayar uang pembelian rumah itu secara berangsur. Korban membayar lunas semua uang pembelian pada 11 Juni 2012.

"Namun, setelah tanah yang diakui sebagai milik terpidana tersebut dibayar lunas, sampai pada November 2012, sertifikat hak milik tanah yang dibeli tersebut yang dijanjikan oleh terpidana tidak ada dan tidak pernah diserahkan," ucap dia. 

Lalu, pada 28 Maret 2013, terpidana membatalkan jual beli tersebut tetapi tidak mengembalikan uangnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Antusiasme Warga Pulau Parang Sambut Ganjar Pranowo

Regional
Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Persiapan Matang, Kontingen Papua Optimistis Bisa Masuk 5 Besar PON XX

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.