Kompas.com - 31/12/2020, 15:39 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kegiatan belajar di sekolah secara tatap muka di Sumatera Selatan yang dijadwalkan digelar pada awal Januari 2021 nanti ditunda sampai adanya vaksin Covid-19.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru nomor 420/12553/Disdik.SS/2020, pada Rabu (30/12/2020) kemarin, penundaan kegiatan sekolah itu dilakukan lantaran dapat menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 30 Desember 2020

"Berdasarkan pertimbangan dari Satgas Covid-19, bupati dan wali kota diimbau untuk menunda kegiatan pembelajaran secara tatap muka dan dialihkan secara daring sampai vaksin selesai. Ini berlaku untuk seluruh sekolah di Sumsel," kata Herman, Kamis (31/12/2020).

Herman menjelaskan, kegiatan belajar secara langsung di sekolah dikhawatirkan dapat berdampak buruk. Sebab, berdasarkan laporan dari Satgas Covid-19, anak-anak sangat rentan terpapar virus Corona.

"Apa lagi virus (Covid-19) terbaru telah bermutasi sehingga lebih ganas menyebarnya. Ini yang menjadi pertimbangan kita," ujarnya.

Menurut Herman, saat vaksin selesai dan telah didistribusikan, tenaga medis akan menjadi orang pertama yang harus lebih dulu divaksin, kemudian polisi TNI/ Polri serta ASN dan guru.

Namun, sampai saat ini Pemprov Sumsel masih menunggu realisasi vaksin pada tahun 2021 mendatang untuk 5 juta penduduk.

"Vaksin juga akan diberikan untuk siswa di tahun berikutnya secara masif," ungkapnya.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Keluar Masuk Sumsel Wajib Rapid Test

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang Ahmad Zulinto mengatakan, 96 persen sekolah di wilayah mereka belum siap untuk melaksanaan kegiatan belajar tatap muka pada pertengahan Januari 2021 mendatang.

Menurut Zulinto, kondisi penyebaran Covid-19 di Kota Palembang yang saat ini masih tinggi membuat pihak sekolah dan orang tua masih enggan melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka.

"Baik sekolah negeri maupun swasta mengaku belum siap, sekitar 96 persen sekolah menyatakan hal itu karena kondisi sekarang di Palembang masih zona merah," kata Zulinto, Rabu (30/12/2020).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.