Cerita Jembatan Gantung Kampung Kihung, Jadi Penyambung Semangat Anak Pergi Sekolah

Kompas.com - 31/12/2020, 06:15 WIB
Anggota Vertical Rescue Indonesia (VRI) regional Lampung menguji ketahanan jembatan gantung di atas Sungai Kuripan, Bandar Lampung, Rabu (30/12/2020). Pembuatan jembatan ini untuk memudahkan akses pendidikan siswa warga Kampung Kihung menuju SDN 1 Batu Putuk. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAAnggota Vertical Rescue Indonesia (VRI) regional Lampung menguji ketahanan jembatan gantung di atas Sungai Kuripan, Bandar Lampung, Rabu (30/12/2020). Pembuatan jembatan ini untuk memudahkan akses pendidikan siswa warga Kampung Kihung menuju SDN 1 Batu Putuk.

LAMPUNG, KOMPAS.com – Rona wajah Reno (11) terlihat bahagia. Matanya berbinar menatap jembatan gantung yang melintang di atasnya.

Reno dan kawan sepermainannya sedang bermain di pertemuan Sungai Kuripan dan Sungai Way Betung, dimana jembatan gantung yang sedang dibangun itu melintang.

Sekolah aku di sana, Oom. Nyeberang dulu lewat sungai kalau pas lagi sekolah,” kata Reno menunjuk lokasi di sisi lain jembatan, Rabu (30/12/2020).

Pelajar kelas IV ini adalah siswa SDN 1 Batu Putuk, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.

Rumahnya berada di Kampung Kihung, sedangkan sekolahnya berada di Kampung Batu Putuk. Dua kampung ini dipisahkan dua sungai, Sungai Kuripan dan Sungai Way Betung.

Baca juga: Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Sebelum pandemi, Reno dan para siswa lain yang satu sekolah itu harus menyeberangi dua sungai dengan cara menapaki bebatuan besar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akses terdekat adalah di lokasi pembangunan jembatan gantung, yang merupakan titik pertemuan dua sungai.

“Paling dekat lewat sini, Oom. Kalau lewat jalan umum, jauh, harus memutar. Tapi, kadang ngeri lewat sini, apalagi pas banjir,” kata Reno.

Baca juga: 4 Perempuan Terseret Arus Saat Seberangi Sungai, 3 Korban Tewas dan 1 Orang Selamat Tersangkut Ranting

Jembatan penyambung akses ke sekolah

Ketua RT 08, Lingkungan I, Kampung Kihung, Suparno menyambut baik pembangunan jembatan gantung yang dilakukan oleh Vertical Rescue Indonesia (VRI) regional Lampung tersebut.

Menurut Suparno, dengan adanya jembatan, akses bagi anak sekolah akan semakin mudah.

“Kalau jalan umum memang bisa, tapi jauh dan harus naik sepeda motor. Tapi, nggak semua warga kan punya sepeda motor,” kata Suparno.

Akses menuju sekolah ini menjadi masalah jika turun hujan lebat. Suparno mengatakan, Sungai Kuripan dan Sungai Way Betung tidak bisa diseberangi jika banjir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X