Struktur Bata Kuno Ditemukan di Bawah Rerimbunan Bambu Dekat Candi Pawon

Kompas.com - 30/12/2020, 09:15 WIB
Struktur diduga bagian dari candi ditemukan di sekitar Candi Pawon, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. etugas Balai Konservasi Borobudur telah melakukan ekskavasi di lokasi tersebut sejak Senin (14/12/2020) sampai Sabtu (18/12/2020). KOMPAS.com/IKA FITRIANAStruktur diduga bagian dari candi ditemukan di sekitar Candi Pawon, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. etugas Balai Konservasi Borobudur telah melakukan ekskavasi di lokasi tersebut sejak Senin (14/12/2020) sampai Sabtu (18/12/2020).

MAGELANG, KOMPAS.com - Struktur diduga bagian dari candi ditemukan di sekitar Candi Pawon, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Petugas Balai Konservasi Borobudur telah melakukan ekskavasi di lokasi tersebut sejak Senin (14/12/2020) sampai Sabtu (18/12/2020).

Koordinator Pemanfaatan Balai Konservasi Borobudur Yudi Suhartono menjelaskan, struktur berupa batu-bata tanah liat itu ditemukann oleh petugas saat menata pembangunan jalan akses Budaya yang menghubungkan Candi Borobudur, Candi Mendut dan Candi Pawon.

Saat itu, petugas sedang menggali tanah di titik Sendang Lanang dan Sendang Wadon sisi timur Candi Pawon, atau tepatnya di Dusun Brojonalan, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. 

"Kami sedang membangun jalan dalam rangka penataan Borobudur sebagai destinasi wisata super prioritas. Kemudian ada kesepakatan dari beberapa pihak pengalian arkeologis untuk melihat apakah di bawah sini ada temuan arkeologis. Ternyata di sini ditemukan reruntuhan bata-bata besar,” ujar Yudi, dihubungi Selasa (29/12/2020).

Baca juga: Tumpukan Batu Bata Diduga dari Kerajaan Kuno Ditemukan di Malang

Struktur tersebut berada di bawah rerimbunan pohon bambu dengan kedalaman sekitar 80 centimeter. Ekskavasi berlanjut di sekitarnya dan ditemukan struktur bebatuan alam yang diduga bawah tangga.  

Selain itu, ada pula fragmen stupika atau stupa kecil yang dimungkinkan merupakan bagian dari Candi Pawon. Menurut Yudi, struktur ini berlatar Buddha yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8 sampai 10 masehi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita ekskavasi menemukan fragmen stupika atau stupa kecil. Jadi dugaannya Buddhis. Kemungkinan besar bagian dari Pawon, karena Pawon Buddhis. Karena suatu candi tidak berdiri sendiri, ada bangunan atau pendamping lainnya,” imbuhnya.

Baca juga: Batu Bata Zaman Majapahit Ditemukan di Mojokerto, Apa Kaitannya dengan Situs Pataan di Lamongan?

Dikatakan, di sekitar Candi Borobudur juga ada situs Brongsongan dan Dipan yang juga berstruktur berupa batu bata.

Meski kedua situ ini berbeda latar, yakni Dipan berlatar Buddhis ditandai adanya stupika, dan Brongsongan berlatar Hindu yang ditandai Yoni.

Saat ini lokasi temuan sudah diberi tanda berupa terpal untuk pengamanan, sembari para peneliti Balai Konservasi Borobudur melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X