Empat Jam Hujan di Madiun, 150 Rumah Terendam Banjir hingga 1,5 Meter

Kompas.com - 30/12/2020, 07:57 WIB
Salah satu petugas tim BPBD Kabupaten Madiun turun ke lokasi banjir di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan setelah hujan mengguyur empat jam di daerah tersebut.  Dokumentasi BPBD MadiunSalah satu petugas tim BPBD Kabupaten Madiun turun ke lokasi banjir di Desa Klumutan, Kecamatan Saradan setelah hujan mengguyur empat jam di daerah tersebut. 

MADIUN, KOMPAS.com - Sebanyak 150 rumah terendam banjir setelah hujan selama empat jam melanda Kabupaten Madiun, Selasa (29/12/2020) malam. 

Akibatnya sebagian warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi lantaran ketinggian air mencapai 1,5 meter. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Madiun, Muhammad Zahrowi yang dihubungi Kompas.com, Rabu (30/12/2020) pagi menyatakan 150 rumah yang terendam banjir berada di Dusun Sumber, Desa Klumutan, Kecamatan Saradan. 

"Warga yang terdampak 150 kepala keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 500 orang," kata Zahrowi. 

Baca juga: Kabupaten Banjar Diterjang Banjir, Gubernur Kalsel Minta Semua Pihak Saling Bersinergi

Akibat banjir itu sebagian warga mengungsi ke lokasi lebih tinggi.

Tak hanya itu, warga ada mengamankan diri di masjid dan beberapa rumah lainnya. 

Zahrowi mengatakan banjir yang melanda lokasi terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang berlangsung selama empat jam.

Hujan melanda Kabupaten Madiun mulai pukul 15.30 hingga pukul 19.30. 

Intensitas hujan yang lama menjadikan sungai yang menjadi tumpuan aliran air dari Gunung Pandan meluap pada pukul 19.30 WIB.

Baca juga: Banjir di Bandung Rendam 24 RW di Kecamatan Sukajadi, 3 Sungai Meluap, Ketinggian Air hingga 1 Meter

Ketinggian banjir hingga 1,5 meter

Luapan air sungai membanjiri wilayah Desa Klumutan, Kecamatan Saradan dengan ketinggian air antara 80 cm hingga 150 cm. 

Tak hanya itu, banjir juga masuk ke Desa Sumbersari, Kecamatan Saradan dan Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng dengan ketinggian air 20 hingga 30 cm. 

Terhadap kejadian itu, tim BPBD bersama TNI, Polri, relawan dan pemerintah desa setempat turun ke lokasi menggunakan perahu karet. Hasil penyisiran tim tidak ditemukan korban jiwa. 

Menjelang tengah malam, air banjir berangsur surut dan warga mulai kembali ke rumah masing-masing. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X