300 Warga Desa Geruduk Markas Polisi, Tak Terima Kadesnya Ditahan gara-gara Tolak Tambang Galian C

Kompas.com - 30/12/2020, 07:25 WIB
Ratusan warga Desa Padang Garugur, Kecamatan Batang Onang, Padang Lawas Utara melakukan aksi unjuk rasa di Mapolres Tapanuli Selatan, Senin (28/12/2020). Mereka menolak adanya praktik Galian C di wilayah mereka dan memberikan dukungan kepada 8 warga mereka yang dijadikan tersangka. KOMPAS.com/ORYZA PASARIBURatusan warga Desa Padang Garugur, Kecamatan Batang Onang, Padang Lawas Utara melakukan aksi unjuk rasa di Mapolres Tapanuli Selatan, Senin (28/12/2020). Mereka menolak adanya praktik Galian C di wilayah mereka dan memberikan dukungan kepada 8 warga mereka yang dijadikan tersangka.

 

 

PADANG SIDEMPUAN, KOMPAS.com - Sedikitnya, sekitar 300 warga Desa Padang Garugur, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara, mendatangi Markas Polisi Resor Tapanuli Selatan di Kota Padang Sidempuan, Senin (28/12/2020).

Mereka melakukan aksi unjuk rasa menolak adanya praktik Galian C dan memberikan dukungan kepada delapan warga mereka yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Ini murni aksi solidaritas warga masyarakat Desa Padang Garugur, kami menolak adanya Galian C di wilayah kami dan memberikan dukungan kepada warga kami yang dijadikan tersangka," ujar Lentar Harahap, salah satu warga di Mapolres Tapanuli Selatan, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Warga Geruduk dan Hentikan Paksa Aktivitas Galian C di Luwu, Ini Penyebabnya

Lentar mengatakan, mereka menolak adanya praktik Galian C di desa mereka yang sudah beroperasi sejak akhir 2019 lalu. Dan Galian C tersebut beroperasi tanpa ada sosialisasi kepada masyarakat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dan akibatnya, pada Februari 2020 lalu, mereka memblokade jalan dan menyebabkan delapan warga ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Tapanuli Selatan.

"Aksi penolakan Galian C berujung pada pemortalan jalan, dan malah 8 warga kami termasuk kepala desa kami dijadikan tersangka atas aksi tersebut. Dan kami tidak terima, makanya kami datang kemari, untuk menunjukkan rasa solidaritas kami," kata Lentar.

Baca juga: Wali Kota Tuding Tambang Galian C Penyebab Banjir dan Longsor di Sorong

Minta cabut status tersangka 8 warga desa

Lentar menjelaskan, mewakili masyarakat desa, dia meminta kepada pihak Polres Tapanuli Selatan untuk menutup kegiatan Galian C yang ada di wilayah mereka. Dan mencabut status tersangka delapan warga mereka.

"Kalau delapan warga kami dijadikan tersangka, kami minta kami semua juga dijadikan tersangka. Dan kami menolak adanya Galian C tersebut," ujar Lentar.

Ali Amat Harahap, salah seorang warga yang ditetapkan sebagai tersangka mengatakan, sejak awal mereka menolak adanya Galian C yang berlokasi di dekat aliran Sungai Siapas, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas Utara itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X