Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 28/12/2020, 14:48 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyoroti kasus orang terjangkit Covid-19 yang melonjak beberapa hari belakangan.

Gugus Tugas Covid-19 DIY pun dipanggil untuk dimintai penjelasannya.

"Memanggil gugus tugas. Surat sudah kita layangkan hari ini. Kalau pendapat saya pribadi idealnya harus pembatasan dengan ketat," kata Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana saat dihubungi wartawan, Senin (28/12/2020).

Baca juga: Pemda DIY Prediksi Kasus Covid-19 Melonjak Usai Libur Natal dan Tahun Baru

Dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (29/12/2020), DPRD DIY berencana mengevaluasi soal pengawasan penerapan protokol kesehatan oleh Gugus Tugas Covid-19 DIY.

Pasalnya, hingga kini warga DIY masih dianggap abai dengan upaya untuk mencegah penularan virus corona.

"Evaluasinya kemarin kan banyak abai protokol kesehatannya, meskipun sudah menerapkan aturan wajib membawa hasil antigen. Hanya hotel-hotel saja yang sepi tetapi jalanannya tidak," kata dia.

Menurutnya, masih ramainya orang di jalanan membuat protokol kesehatan tidak lagi efektif menekan jumlah orang tertular Covid-19.

"Kami khawatir akan terjadi penularan secara massal," kata dia.

"Kalau bagi saya idealnya pembatasan ya pembatasan sosial berskala besar (PSBB)," imbuh dia.

Baca juga: DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 untuk Kedelapan Kalinya

Jika memang PSBB tidak bisa diterapkan, maka Pemerintah DIY dapat mengambil jalan tengah, semisalnya memberlakukan work from home (WFH) bagi kantor-kantor di DIY.

"Mengingat sekarang klaster penularan melalui perkantoran juga banyak terjadi di DIY. Lalu tempat-tempat wisata yang dikelola Pemda DIY ditutup sementara," kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan pembatasan tidak hanya bagi masyarakat luar yang akan masuk ke DIY, tapi juga diperuntukkan bagi masyarakat yang berada di dalam DIY.

Hingga Minggu (27/12/2020) tercatat ada 11.110 kasus orang terjangkit Covid-19 di DIY. Sebanyak 7.3.16 dinyatakan sembuh, sedangkan 235 lainnya meninggal dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com