Kompas.com - 28/12/2020, 11:04 WIB
Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Kapanewon Patuk Gunungkidul Senin (30/11/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOKawasan Gunung Api Purba Nglanggeran, Kapanewon Patuk Gunungkidul Senin (30/11/2020)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kunjungan wisata ke Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, tidak seramai libur Natal dan Tahun Baru biasanya, diduga karena adanya kebijakan penggunaan rapid test antigen (swab antigen).

Dinas Pariwisata tidak akan membatasi jumlah kunjungan wisatawan ke obyek wisata.

"Iya (ada penurunan kunjungan dibanding tahun sebelumnya), kemungkinan demikian (adanya informasi masuk DIY harus rapid test/swab antigen)," kata Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti saat dihubungi melalui sambungan telepon Minggu (27/12/2020).

Dijelaskan dari data yang masuk dari tanggal 24 Desember sampai 26 Desember 2020 jumlah kunjungan ke obyek wisata berretribusi mencapai 37.740 wisatawan.

Pantai masih mendominasi pengunjung liburan Natal dan Tahun Baru. Asti menyebut, pihaknya tidak membatasi pengunjung seperti daerah lain untuk berkunjung ke kawasan wisata.

Sebab, meski kapasitas kunjungan dibatasi namun pengunjung yang datang pun lebih sedikit dari kapasitas kawasan, terutama kawasan pantai. 

Baca juga: Banyak di Rumah karena Pandemi, Warga Gunungkidul Sukses Bisnis Ikan Predator

Pihaknya berdalih jika harus membatasi sampai pukul 22.00 WIB, banyak wisatawan yang sampai ke kawasan pantai pada waktu malam.

"Kalau (berkunjung) sebaiknya siang, dari aturannya sebenarnya dibatasi sampai jam 10 (22.00 WIB). Namun banyak wisatawan yang datang lebih dari pukul 22.00 WIB terutama dari luar kota, kalau kita tidak buka justru kesulitan pengendaliannya," ucap Asti.

Asti mengatakan, Dinas Pariwisata memprioritaskan protokol kesehatan untuk wisatawan. Untuk menertibkan para pengunjung, pihaknya melibatkan 511 orang personil yang berasal dari berbagai unsur.

Baca juga: Instruksi Mepet, Gunungkidul Belum Siap Berlakukan Rapid Test Antigen

Mulai dari aparat, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kapanewon, kalurahan, SAR, hingga komunitas kemasyarakatan. Seluruh personel ini akan bekerja penuh selama 11 hari. Mulai 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2020.

Pihaknya mengimbau kepada wisatawan untuk tidak bergerombol, menggunakan masker dan tidak berkerumun saat berkunjung.

Sebelumnya, Sekretaris Dispar Gunungkidul Harry Sukmono menyampaikan, untuk destinasi wisata tutup saat malam hari hanya kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran. Sementara objek wisata lainnya yang bisa disinggahi seperti kawasan pantai.

"Boleh menginap di kawasan pantai tetapi tetap jaga protokol kesehatan, jangan berkerumun, tidak boleh menyalakan kembang api, dan tetap menggunakan masker," kata Harry. (K125-17)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X