PKB Jabar Rombak 600 PAC, Pengurus Dipegang Anak Kiai yang Masih Muda

Kompas.com - 27/12/2020, 22:25 WIB
Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda saat memberikan sambutan dalam pembukaan sekolah PUMR yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Subang di Hotel Sariater, Minggu. hand outKetua DPW PKB Jabar Syaiful Huda saat memberikan sambutan dalam pembukaan sekolah PUMR yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Subang di Hotel Sariater, Minggu.

KOMPAS.com - Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Barat merombak 600 Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC). Semua pengurus di tingkatan PAC dipegang oleh kader yang berusia 31 tahun dan berlatar belakang anak kiai hingga simpatisan.

Sementara pengurus sebelumnya ditempatkan sebagai dewan syuro di DPAC.

Perombakan pengurus tersebut merupakan bagian dari penciptaan kader generasi kedua yang dikolaborasikan dengan kepemimpinan kharismatik.

Tujuannya adalah untuk membangun militansi dan kekuatan partai.

Baca juga: PKB Targetkan Menang 70 Persen di Pilkada 2020

Selain itu, PKB Jawa Barat terus melakukan kaderisasi secara intensif dengan nama sekolah Peduli Umat Melayani Rakyat (PUMR) untuk para pengurus baru DPAC yang telah mendapatkan SK. Pelatihan tersebut diklaim dilakukan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda mengatakan bahwa kaderisasi itu mutlak di dalam partai politik.

Sebab menurut Huda, jika partai politik tidak melakukan kaderisasi, maka perjuangan di partai untuk kepentingan umat dan masyarakat tidak akan memiliki makna apa-apa.

"Ruh perjuangan partai adalah kader, kader harus diciptakan dan kader harus dibentuk," ujar Huda dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (27/12/2020).

Huda juga menyampaikan hal itu saat memberikan sambutan pembukaan sekolah PUMR yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Subang di Hotel Sariater, Minggu.

Salah satu cara untuk membuat kader, kata Huda, DPW PKB telah melakukan peremajaan di dalam tubuh Pengurus Anak Cabang (PAC).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X