4 Fakta Baru Uang Rp 94 Juta Tercecer di Jalan, Ada yang Ambil Rp 30 Juta hingga Polisi Ancam Pidana

Kompas.com - 27/12/2020, 17:11 WIB
Tangkapan layar video uang tercecer di jalan raya IstimewaTangkapan layar video uang tercecer di jalan raya

KOMPAS.com- Sekitar sepekan lalu, seorang warga di Bali bernama Kadek Redi Areni melaporkan kehilangan uang Rp 94 juta saat melintas dengan sepeda motor.

Uang puluhan juta itu diletakkan dalam sebuah tas yang digendong oleh anaknya.

Diduga kuat uang jatuh tercecer di jalan saat anaknya mengambil topi dan lupa menutup kembali tas tersebut.

Kurang lebih satu minggu setelah kejadian itu, polisi mengungkap beberapa hal baru dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi dan hasil olah TKP.

Baca juga: Gara-gara Ambil Topi di Tas, Uang Rp 94 Juta Tercecer di Jalan, Rp 2,4 Juta Dikembalikan Warga

1. Uang pribadi Rp 30 juta di dompet ikut jatuh, diduga diambil orang

Ilustrasi uangSHUTTERSTOCK Ilustrasi uang
Uang berjumlah Rp 94 juta itu terdiri dari uang perusahaan sejumlah Rp 63 juta.

Kemudian sekitar Rp 30 juta adalah uang pribadi Kadek yang ia letakkan dalam dompet berwarna coklat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut keterangan saksi, ada warga pelintas yang memungut dompet atau tas kecil coklat berisi Rp 30 juta itu.

"Ada yang tercecer ikatan karet, dompet atau tas berisi Rp 30 juta. Nah, ada yang melihat mengambil itu tas berwarna coklat karet," kata Kapolsek Baturiti AKP Fachmi Hamdani.

Baca juga: Fakta Baru Uang Rp 94 Juta Tercecer di Jalan, Polisi: Ada yang Ambil Tas Kecil Berisi Rp 30 Juta

 

Ilustrasi penjaraKompas.com Ilustrasi penjara
2. Yang tak kembalikan diancam pidana

Fachmi menuturkan, sejauh ini beberapa orang warga telah beritikad baik mengembalikan ceceran uang yang mereka temukan di jalanan.

Total sementara uang yang dikembalikan sebanyak Rp 2,4 juta dengan pecahan Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000.

"Di hari yang sama memang beberapa warga membantu mengumpulkan dan mengembalikan sekitar Rp 2,4 juta," kata Fahmi.

Polisi meminta, warga lain yang menemukan uang mengembalikan ke orang yang berhak.

Sebab, polisi akan melacak. Bagi mereka yang diketahui tak beritikad baik akan diancam pidana.

"Itu kemungkinan bisa ke arah pencurian karena mengambil bukan miliknya dia. Kalau kita temukan yang mengambil kalau tak ada itikad baik bisa ke arah sana," kata Fachmi.

Baca juga: Merangsek Masuk RS, Warga Teriak hingga Pecahkan Pintu Kaca, Menolak Pasien Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

3. Uang terjatuh bukan di satu titik lokasi

Ilustrasi uang Dok. Kredivo Ilustrasi uang
Polisi yang telah melakukan olah TKP juga mengungkap bahwa uang Rp 94 juta tersebut tidak sekaligus jatuh di satu titik lokasi.

Uang itu, kata dia, terjatuh di sepanjang jalan kurang lebih sekitar 200 meter.

"Hasil olah TKP kami itu berceceran sampai 200 meter. Jadi analisa kami bukan sebanyak itu di satu titik," kata dia.

Baca juga: Mobil Terguling, Sukamti Tewas dengan Jasad Memeluk Bayi Majikannya di Malaysia

 

4. Banyak perbedaan dengan video viral yang beredar

Saat kasus kehilangan uang ini mencuat, sebuah video uang berceceran juga viral di media sosial.

Namun, polisi kemudian menyimpulkan, video tersebut bukan video yang merekam jatuhnya uang Kadek.

Sebab ada sejumlah perbedaan, misalnya terkait luas jalan, kemiringan, markah jalan hingga kondisi tanah.

Polisi menyimpulkan, video itu adalah kasus berbeda dan tidak terjadi di wilayah Baturiti.

Baca juga: Banyak Perbedaan, Polisi Simpulkan Video Viral Uang Tercecer Bukan di Baturiti

ilustrasi uangThinkstock ilustrasi uang
Kejadian uang tercecer

Peristiwa ini terungkap saat seorang warga Kabupaten Buleleng bernama Kadek Redi Areni melaporkan kehilangan uang tunai sebesar Rp 94.188.000 di wilayah Baturiti, Tabanan, Bali, pada Sabtu (19/12/2020) pagi.

Uang tersebut rupanya jatuh tercecer di jalanan saat pelapor melintas di wilayah Baturiti, Tabanan bersama anaknya.

Uang itu mulanya diletakkan di tas hitam yang dibawa oleh anak Kadek.

Kadek Redi saat itu sedang berangkat dari Buleleng menuju Denpasar.

Uang Rp 94 juta dia simpan di dalam tas hitam. Sebanyak Rp 63 juta akan disetor ke perusahaan sedangkan sisanya adalah uang pribadi.

Uang puluhan juta itu dimasukkan dalam tas yang digendong oleh anaknya.

Di perjalanan, anak Kadek sempat mengambil topi dari dalam tas dan lupa menutup tas tersebut.

Sampai di wilayah Abianluang, Baturiti, pelapor diberi tahu sopir truk ada uang berceceran di jalan.

Pelapor kemudian berhenti dan ternyata betul uangnya di dalam tas sudah ludes.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Baturiti.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief, Aprilia Ika, Dheri Agriesta)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.