Kawasan Wisata Bandungan Buka Saat Libur Akhir Tahun, Sosialisasi Protokol Kesehatan Digencarkan

Kompas.com - 27/12/2020, 06:29 WIB
Aktivitas di Pasar Jetis Bandungan, Kabupaten Semarang, Selasa (17/5/2016). Segala macam sayur serta buah-buahan dari daerah pertanian di Bandungan dan daerah sekitarnya dijual di pasar ini. Kompas.com/ Syahrul MunirAktivitas di Pasar Jetis Bandungan, Kabupaten Semarang, Selasa (17/5/2016). Segala macam sayur serta buah-buahan dari daerah pertanian di Bandungan dan daerah sekitarnya dijual di pasar ini.

UNGARAN, KOMPAS.com - Pegiat di kawasan wisata Bandungan Kabupaten Semarang mulai mengantisipasi lonjakan kedatangan pengunjung di liburan akhir tahun.

Antisipasi ini dilakukan karena Kecamatan Bandungan saat ini masuk zona oranye penyebaran Covid-19.

Menurut Tri Sumedi Koordinator Lapagan Pam Swakarsa Bima Bandungan, sosialisasi mengenai protokol kesehatan terus dilakukan terhadap pedagang, pelaku wisata, serta pengunjung.

"Kami berharap tidak ada klaster Bandungan sehingga ketaatan terhadap protokol kesehatan adalah yang utama," jelasnya usai pembagian masker di Pasar Bandungan, Sabtu (26/12/2020).

Baca juga: Viral Kabar Dua Anak Diduga Hilang Dicari Belasan Ojol, Ditemukan di Bandungan di Rumah Teman

Menurut Tri, saat gerakan sosialisasi protokol kesehatan selalu menggandeng stakeholder yang lain, baik dari swasta maupun pemerintah, terutama pelaku pariwisata.

"Pemerintah memberi dukungan penuh, relawan bergerak, masyarakat patuh, dan semoga pengunjung Bandungan juga disiplin menerapkan protokol kesehatan," paparnya.

Sementara Puji Koordinator Asosiasi Karyawan Pariwisata (Akar) Bandungan mengungkapkan sangat mendukung langkah pemerintah dan Pam Swakarsa Bima untuk menekan penyebaran Covid-19 di kawasan Bandungan.

"Kami tentu akan turut berperan aktif untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Terus terang, dunia pariwisata sangat bergantung dengan keadaan ini sehingga kami akan terus mengingatkan pengunjung untuk patuh dalam menerapkan protokol kesehatan," jelasnya.

Baca juga: Jadi Titik Kemacetan, Pasar Bandungan Semarang Akan Dipindahkan

Menurut Puji, untuk anggotanya saat ini sudah disiplin dalam protokol kesehatan.

"Tapi kita lihat di pasar masih ada yang belum pakai masker, kesadarannya perlu ditingkatkan karena Covid ini bisa menyerang siapa saja," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X