Uang Rp 94 Juta Tercecer di Jalan Raya, Polisi: Jika Ada yang Menemukan Tolong Dikembalikan

Kompas.com - 26/12/2020, 06:54 WIB
Tangkapan layar video uang tercecer di jalan raya IstimewaTangkapan layar video uang tercecer di jalan raya

KOMPAS.com- Polisi meminta warga yang menemukan ceceran uang Rp 94 juta untuk mengembalikannya.

Sebab, uang yang tercecer di kawasan Baturiti, Tabanan itu adalah milik seorang warga bernama Kadek Redi Areni.

"Ini (lokasi tercecer) jalan utama dua jalur, jadi harapannya jika memang ada yang menemukan agar dikembalikan," kata Kapolsek Baturiti AKP Fahmi.

Baca juga: Gara-gara Ambil Topi di Tas, Uang Rp 94 Juta Tercecer di Jalan, Rp 2,4 Juta Dikembalikan Warga

Kehilangan uang Rp 94 juta

Ilustrasi uang Dok. Kredivo Ilustrasi uang
Peristiwa bermula dari seorang warga Kabupaten Buleleng, Kadek Redi Areni.

Kadek melaporkan kehilangan uang tunai Rp 94.188.000 di kawasan Bauturiti, Tabanan, Bali, Sabtu (19/12/2020) pagi.

Kadek yang ketika itu berangkat dari Buleleng ke Denpasar membawa uang Rp 94 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Uang itu diletakkan di tas hitam yang digendong oleh anaknya.

Sedianya, Rp 63 juta akan disetor ke perusahaan. Sedangkan sisanya merupakan uang pribadi.

Baca juga: Sejumlah Warga Serahkan Uang Tercecer di Jalan Raya Bali ke Polisi

 

Ilustrasi uangKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi uang
Tercecer diduga saat ambil topi

Uang itu diduga tercecer di jalan raya ketika Kadek melintasi Baturiti.

Si anak sempat mengambil topi dari dalam tas. Uang diduga tercecer karena anak pelapor lupa menutup tas.

Kadek diberitahu oleh seorang sopir truk, ada uang berceceran di jalan dan tasnya terbuka.

Kadek berhenti dan mengecek, uang di dalam tasnya rupanya telah ludes. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi.

Baca juga: Uang Berceceran di Jalan Raya Bali, Polisi Sebut Ada Warga Lapor Hilang Rp 94 Juta

Uang Rp 2,4 juta dikembalikan warga

ilustrasi uangThinkstock ilustrasi uang
Di saat hampir bersamaan, muncul video viral di media sosial terkait uang berceceran di jalan.

Digambarkan dalam akun Instagram @info_tabanan bahwa warga saling berebut uang di jalan.

Disebutkan bahwa kejadian itu membuat kemacetan kendaraan bermotor di kawasan Denpasar-Singaraja.

Kepala Polsek Baturiti AKP Fachmi Hamdani belum memastikan apakah keduanya adalah kejadian yang sama.

Tetapi, di hari yang sama, sejumlah warga diketahui mengembalikan uang Kadek Redi yang tercecer di perjalanan.

Total sementara uang yang terdata sebanyak Rp 2,4 juta dengan pecahan Rp 20.000, Rp 50.000 dan Rp 100.000.

"Di hari yang sama memang beberapa warga membantu mengumpulkan dan mengembalikan sekitar Rp 2,4 juta," kata Fahmi.

Ia juga mengharapkan, warga lain yang menemukan uang mengembalikan ke orang yang berhak.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.