Kompas.com - 24/12/2020, 21:22 WIB
Sebuah mobil tampak terseret banjir yang menerjang Kota Bandung, Kamis (24/12/2020). Tangkap layar video Saeful RohmanSebuah mobil tampak terseret banjir yang menerjang Kota Bandung, Kamis (24/12/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pengendara roda empat atau roda dua sebaiknya berhati-hati melewati Jalan Sukamulya, Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, ketika hujan turun.

Sebab, pada saat hujan deras mengguyur Kota Bandung pada Kamis (24/12/2020) sore, jalan tersebut berubah bak sungai berjeram.

Fenomena berubahnya Jalan Sukamulya menjadi sungai berarus deras terekam oleh kamera video milik salah satu warga Kota Bandung, Saeful Rohman (28).

Pada saat itu, Saeful kebetulan tengah berteduh dari guyuran hujan.

"Itu jam pulang kerja. Karena banjir saya merokok dulu saja sambil neduh di Kantor. Tiba-tiba ada Gojek masuk kantor saya. Motornya jatuh karena kena arus," kata Asep saat dihubungi Kompas.com, Kamis malam.

Baca juga: Banjir Juga Sempat Menggenangi Jalan Pasteur, Kota Bandung

Asep menjelaskan, arus air yang mengalir di Jalan Sukamulya awalnya tidak terlalu deras. Tapi lama kelamaan, arus air semakin deras dan semakin tinggi.

"Kalau di depan kantor saya ketinggian airnya sampai setinggi paha orang dewasa. Apalagi arus yang kena polisi tidur itu airnya menggelembung ke atas," tuturnya.

Saking tinggi dan derasnya air di Jalan Sukamulya, Saeful sempat mengabadikan peristiwa sebuah mobil Honda Brio berwarna kuning terseret arus yang deras.

"Brio kuning itu awalnya posisinya dari arah atas ke bawah. Karena terbawa arus posisi mobilnya jadi terbalik," ungkap Saeful.

Baca juga: Banjir di Bandung Rendam 24 RW di Kecamatan Sukajadi, 3 Sungai Meluap, Ketinggian Air hingga 1 Meter

Tenyata, sebelum mobil Honda Brio tersebut terbawa arus air sampai posisinya berbalik arah, beberapa mobil juga sempat dilihat Saeful terbawa arus air deras.

Selain itu, menurut Saeful, selama peristiwa banjir di Jalan Sukamulya berlangsung, kendaraan kendaraan yang terbawa arus kebanyakan menabrak kendaraan lain.

"Sebelum Honda Brio Kuning itu ada juga Honda Brio hitam memaksa melawan arus air. Karena enggak kuat, jadinya mundur nabrak motor Kawasaki di belakangnya. Total sepengelihatan saya ada tiga mobil yang terseret arus. Kalau sepeda motor ada enam yang jatuh terseret arus juga, cuma bisa diselamatkan sepeda motornya," bebernya.

Baca juga: Banjir Terjang Kota Bandung, Satu RW Terendam Air hingga 2 Meter

Saeful menjelaskan, arus air deras yang terjadi di Jalan Sukamulya berlangsung sekitar 1,5 jam.

"Airnya surut sekitar pukul 18.30 WIB. Tapi di Jalan Pasteur depan BTC jadi banjir. Karena Jalan Sukamulya ini posisinya di atas Jalan Pasteur," tandasnya.

Baca juga: Dampak Banjir di Bandung, 150 Rumah dan Puluhan Percetakan di Cibadak Terendam



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X