Melihat Pohon Natal Protokol Kesehatan di Surabaya, Dihiasi Masker hingga Hand Sanitizer

Kompas.com - 24/12/2020, 16:16 WIB
Seorang umat Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Surabaya memasang masker, sabun cair dan penyanitasi tangan di rangka pohon natal. VOA/ Petrus RiskiSeorang umat Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Surabaya memasang masker, sabun cair dan penyanitasi tangan di rangka pohon natal.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya mendekorasi pohon natal dari ratusan masker, sabun cair, dan botol cairan penyanitasi tangan.

Pembuatan pohon natal protokol kesehatan itu dibantu oleh sejumlah muslim salah satunya dari Nahdatul Ulama.

Kegiatan tersebut adalah bentuk solidaritas dan gotong royong antar umat beragama di Surabaya yang selama ini terjaga baik.

Dilansir dari VOA Indonesia, Nur Cholis, salah seorang yang turut membantu mendekorasi pohon natal itu mengatakan solidaritas sesama warga Indonesia tidak hanya dilakukan pada masa Natal saja.

Baca juga: Ramainya Arus Mudik Natal dan Tahun Baru di Tengah Pandemi Covid-19...

“Ya apa salahnya kita ini ikut masang (pohon Natal), hanya memasang saja kok. Ini soal tolong menolong, gotong royong. Kebetulan saja moment-nya Natal. Walau pun tidak Natal, ya tetap kita kalau ada kegiatan (dari agama lain) ikut membantu,” jelasnya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pohon natal di Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Surabaya bukan pohon cemara.

Mereka membuat kerangka berbentuk pohon dari bambu dengan ratusan masker warna-warni dan botol hand sanitizer menjadi ornamen dekorasinya.

Baca juga: Antisipasi Covid-19, Gereja Paroki Pamulang Batasi Maksimal 150 Jemaat Saat Misa Natal

Nur Cholis mengatakan, keberadaan pohon natal yang unik ini menyampaikan pesan positif agar warga saling menjaga kesehatan satu sama lain.

Masker ini kan menurut persepsinya teman-teman itu ya perlambang, tapi bagi saya ini unik. Biasanya kami ini melihat pohon natal itu (berbentuk) pohon cemara, ada yang dari daur ulang, ada yang dari apalah, plastik dan sebagainya."

"Tapi ini dari masker. Ketika pandemi ini kan cocok, masker, hand sanitizer, sabun cair. Apalagi info dari panitia, setelah perayaan natal ini selesai, ini kemudian dicuci, kemudian dibagikan ke masyarakat.”

Baca juga: Pelanggar Protokol Kesehatan di Purbalingga Disanksi Masuk Keranda Mayat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X