Kompas.com - 24/12/2020, 07:21 WIB
Truk pengangkut sampah sudah mulai beraktivitas di TPST  Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOTruk pengangkut sampah sudah mulai beraktivitas di TPST Piyungan, Bantul, Jumat (29/3/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan pagi tadi sudah bisa beroperasi kembali untuk membuang sampah.

Karena sampah telah menumpuk truk pengangkut sampah harus bekerja ekstra, mengambil tumpukan sampah di depo-depo penampungan sampah yang tersebar di Kota Yogyakarta.

Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan sejak pagi hari ini TPST Piyungan sudah bisa digunakan.

"Sudah bisa (digunakan) mulai hari ini tadi pagi. Karena sudah boleh (membuang) berarti armada-armada sampah wira-wiri yang biasa 2 kali kini bisa 4 kali supaya bisa cepat bersih," kata Aji ditemui di kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Rabu (23/12/2020).

Baca juga: Menggarap Potensi Energi Listrik dari Sampah Perkotaan

Sudah ada yang berminat

Lanjut Aji, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki rencana untuk menawarkan pengelolaan sampah kepada investor.

Menurut sekda jika sampah hanya ditumpuk semua daerah dapat melakukannya.

"Rencana besar kami tawarkan ke investor untuk melakukan pengelolaan sampah. Kalau numpuk sampah setiap tempat bisa jadi tempat penumpukan," kata dia.

Lanjut Aji sudah ada beberapa tempat pengelolaan sampah presentasi di hadapan pemerintah DIY.

Dalam presentasi tersebut ada yang mengolah sampah menjadi konblok, ada yang dibuat sebagai bahan baku arang.

“Jadi sampah diolah di tempat pengelolaan sampah itu, sudah ada beberapa yang mempresentasikan ada yang diolah jadi konblok, ada juga yang diolah jadi arang,” ujar dia.

Baca juga: Yogyakarta Darurat Sampah akibat TPST Piyungan Ditutup, Depo-depo Sampah Penuh hingga Pilih Tutup

Pemilahan sampah

Namun sekarang ini sebelum rencana itu terwujud pihaknya menghimbau kepada masyarakat DIY untuk melakukan penyortiran sampah. Sampah dibedakan masuk kategori sampah organik atau nonorganik.

Menurutnya sosialisasi pemilahan sampah tersebut sudah dilakukan di berbagai organisasi mulai dari sekolah, lingkup RT/RW, dan juga PKK.

“Kalau tidak dilakukan pemisahan masalah sampah akan terus ada mungkin Gunungkidul dan Kulonprogo belum merasakannya karena tempat pembuangan masih luas. Sosialisasi juga sudah dilakukan agar ada bank sampah,” katta dia



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X