Pengakuan Risal yang Bongkar dan Pindahkan Rumah karena Beda Pilihan Politik dengan Pemilik Tanah: 2 Malam Saya Susah Tidur

Kompas.com - 23/12/2020, 15:51 WIB
Suasana pembongkaran rumah Risal warga Nunukan, rumahnya dan rumah mertuanya berdiri di tanah orang, Risal mengaku beda pilihan politik dengan pemilik tanah sehinga memutuskan pindah (Kadir) Kompas.com/Ahmad DzulviqorSuasana pembongkaran rumah Risal warga Nunukan, rumahnya dan rumah mertuanya berdiri di tanah orang, Risal mengaku beda pilihan politik dengan pemilik tanah sehinga memutuskan pindah (Kadir)

KOMPAS.com- Lantaran berbeda pilihan politik dengan pemilik tanah, seorang warga di Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara bernama Risal Acong membongkar rumahnya.

Tak hanya membongkar, Risal juga memindahkan rumahnya serta rumah mertuanya di tempat yang jauh dari lokasi itu.

Risal menyebut, pemilik tanah memang menginginkan dirinya pindah karena berbeda pilihan politik di Pilkada Nunukan 2020.

Baca juga: Beda Pilihan Politik dengan Pemilik Tanah, Risal Bongkar Rumahnya dan Rumah Mertua Lalu Pindah

Susah tidur selama dua malam

Ilustrasi pilkadaKOMPAS/TOTO SIHONO Ilustrasi pilkada
Sebelum memutuskan memindahkan rumah semi permanennya yang berukuran 7x12 meter dan rumah mertuanya, Risal sempat risau.

Bahkan ia tak tidur selama dua malam.

Risal mengaku kerap ditanya warga perihal beda pilihan politik dengan pemilik tanah dan soal pengusiran.

"Sering memang saya dengar bahasa itu, saya analisa, dua malam saya susah tidur memikirkan itu, akhirnya saya bilang ke istri, siapkan memang barang-barang kumpul semua, kita pindah saja," ujar dia.

Baca juga: Cerita Zainuri, Sulit Cari Kerja hingga Punya Omzet Jutaan dari Bonsai Kelapa, Belajar dari YouTube

 

Ilustrasi PilkadaKOMPAS.COM/PRIYOMBODO Ilustrasi Pilkada
Bahasa "pengusiran" santer terdengar sejak pencoblosan

Risal mengatakan, bahasa yang diartikan sebagai pengusiran santer terdengar setelah pencoblosan pada 9 Desember 2020 lalu.

Banyak warga menyebut supaya Risal segera pindah karena berbeda pilihan politik dengan pemilik tanah.

Warga selalu bertanya perihal siapa pemenang Pilkada Nunukan 2020. Selanjutnya mereka mengatakan agar Risal bersiap pindah.

"Rumah saya dan mertua ini berada di tanah milik Pak Bahtiar, tapi banyak bahasa tidak enak sampai ke saya, intinya pemilik tanah minta saya tidak usah lagi di sini karena pilihan politik kami berbeda," kata dia.

Baca juga: Kisah Pilu Bocah 7 Tahun, Tewas Ditabrak Dump Truck Saat Bermain Sepeda, Polisi Belum Temukan Pelaku

Dipindahkan jauh dari lokasi semula

Risal pun akhirnya mantap membongkar serta memindahkan rumahnya ke tempat yang jauh dari lokasi tersebut.

Rumahnya dipindah ke sekitar Jalan Panamas.

Pemindahan dibantu oleh eks relawan salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Mereka membantu Risal membongkar rumah hingga mengangkut material rumah ke lokasi yang baru.

Baca juga: Kini Ditunjuk Jadi Mensos, Risma Pernah Punya Rencana Bisnis hingga Mengajar Setelah Purnatugas

 

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi
Pemilik bantah mengusir

Sementara itu, Bahtiar yang merupakan pemilik tanah menegaskan tak pernah mengusir Risal dan keluarganya.

Bahtiar bahkan sempat meminta supaya istri Risal tidak mempercayai isu pengusiran tersebut.

Ia malah kaget ketika tiba-tiba Risal meminta izin memindahkan barang-barangnya. Padahal sudah 10 tahun Risal dan keluarganya menempati tanah itu.

Kemudian, Risal juga masih memiliki hubungan kerabat dengan Bahtiar.

"Saya sudah bagi tahu kemarin itu, selama omongan itu tidak keluar dari mulut saya dan dia tidak dengar dengan telinganya langsung, jangan dipercaya. Saya sudah tegaskan begitu," tuturnya.

"Silahkan saja saya dihadapkan atau boleh juga Risal temui saya, bawa orang orang sebagai saksi. Intinya dia pindah sendiri, bongkar sendiri, tidak ada saya usir, bahkan kalau dia kembali ke sana, saya persilakan, ndak ada pernah saya usir," lanjut Bahtiar.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Nunukan, Ahmad Zulfiqor | Editor: Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X