Sekda Riau Yan Prana Ditahan Kejaksaan Terkait Dugaan Korupsi Rp 1,8 Miliar

Kompas.com - 23/12/2020, 00:37 WIB
Sekdaprov Riau Yan Prana Ditahan Kejaksaan setelah menjalani pemeriksaan selama 5 jam di gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (22/12/2020). CITRA INDRIANISekdaprov Riau Yan Prana Ditahan Kejaksaan setelah menjalani pemeriksaan selama 5 jam di gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Selasa (22/12/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana langsung ditahan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, setelah ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi anggaran rutin di Bapeda Kabupaten Siak sebesar 1,8 miliar.

Setelah diperiksa selama 5 jam, Yan Prana langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian sekitar pukul 15.30 WIB, ia keluar dari gedung Kejati Riau dengan mengenakan kemeja putih dan rompi oranye serta dikawal pegawai Kejati Riau dan aparat kepolisian.

Tersangka langsung dibawa menuju mobil tahanan yang sudah disiapkan di depan gedung Kejati Riau.

Baca juga: 900 Tenaga Medis Bersiaga Selama Libur Natal dan Tahun Baru di Riau

Aspidsus Kejati Riau, Hilman Azazi membenarkan penetapan tersangka terhadap Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya setelah yang bersangkutan diperiksa selama 5 jam.

"Iya benar, sekitar pukul 14.00 WIB telah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan", kata Hilman kepada kepada wartawan, Selasa (22/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Yan Prana dipanggil kejaksaan untuk diperiksa sebagai mantan Kepala Bappeda di Kabupaten Siak.

Pemeriksaan berlangsung dari pukul 09.00 WIB pagi di gedung Kejati Riau.

"Iya benar, yang bersangkutan diperiksa terkait dugaan korupsi saat masih menjabat Bappeda Siak, dan sudah hadir sejak pukul 09.00 WIB tadi", jelas Hilman.

"Ini terkait dana anggaran rutin di kantor Bapeda Siak 2014-2017, kerugian negara sementara Rp 1,8 miliar," terang Hilman.

Sebelumnya, Kejati Riau telah memeriksa sejumlah saksi yang beberapa di antaranya adanya pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), yakni Risa Gustam, Hendrizal, Rio Arta, Budiman, Jimmy, dan Awaluddin.

Ada tiga OPD di Kabupaten Siak yang diduga melakukan penyimpangan anggaran, yakni Sekretariat Daerah, Bappeda dan Badan Keuangan Daerah (BKD).

Baca juga: Istri Sudah Sembuh, Gubernur Riau Masih Positif Covid-19

Ada sejumlah pejabat yang sudah diperiksa di Kejati Riau, beberapa waktu lalu. Dua di antaranya adalah Sekdaprov Riau Yan Prana dan Kepala Badan (Kaban) Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Yurnalis.

Saat dugaan korupsi itu terjadi, Yurnalis menjabat sebagai kepala Bagian (Kabag) Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Siak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X