Palsukan Tanda Tangan Dokter dan Pegawai Puskesmas Terlibat, Ini Fakta Terbongkarnya Pemalsuan Surat Rapid Test di Surabaya

Kompas.com - 22/12/2020, 15:26 WIB
Ilustrasi rapid test. AP/CECILIA FABIANO/LAPRESSE via ABC INDONESIAIlustrasi rapid test.

KOMPAS.com- Polisi membongkar aksi pemalsuan surat hasil rapid test di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Surat rapid test palsu tersebut dijual supaya calon penumpang kapal laut bisa tetap berangkat tanpa perlu melakukan tes sebenarnya.

Polisi menangkap tiga orang yang berkomplot dalam praktik kejahatan ini.

Salah satunya adalah tenaga honorer Puskesmas berinisial SH.

Dua orang tersangka lainnya yakni pemilik agen travel MR (55) dan calo, BS (35).

Baca juga: Pemalsuan Surat Rapid Test Dibongkar di Surabaya, Bayar Rp 100 Ribu Dapat Hasil Non Reaktif

Palsukan tanda tangan dokter

Ilustrasi dokterKOMPAS.COM/millionsjoker Ilustrasi dokter
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum menjelaskan, surat tersebut diduga dikeluarkan oleh salah satu Puskesmas di sekitar wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Polisi bahkan menemukan blanko asli permohonan rapid test yang dikeluarkan Puskesmas.

"Blanko permohonanannya asli, tapi kami terus dalami sejauh mana keterlibatan Puskesmas yang diduga terlibat," tutur Ganis, Senin (21/12/2020).

Surat tersebut kemudian diduga digandakan oleh salah seorang pelaku lainnya berinsial BS.

Dia juga yang bertugas memalsukan tanda tangan dokter.

"Selain sebagai calo, BS sendiri bertugas menggandakan surat, memberi stempel dan memalsukan tanda tangan dokter," kata Ganis.

Baca juga: Kasus Hasil Rapid Test Palsu di Surabaya, Blanko Permohonan Asli Dikeluarkan Puskesmas

 

Ilustrasi uangKOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi uang
Dijual Rp 100.000

Ganis mengemukakan, surat tersebut ditawarkan seharga Rp 100.000 kepada calon penumpang kapal.

Dengan mengantongi surat palsu itu, calon penumpang tidak perlu melakukan rapid test sesungguhnya.

"Mereka menawarkan surat hasil rapid test kepada calon penumpang kapal laut antarpulau sebagai syarat pembelian tiket agar bisa berangkat," kata Ganis.

Praktik pemalsuan surat rapid test ini sangat berbahaya lantaran menutup-nutupi kondisi kesehatan calon penumpang kapal.

"Bisa membahayakan penumpang lainnya jika pemakai surat rapid test palsu benar-benar sedang sakit atau bahkan mengidap Covid-19," kata dia.

Baca juga: Tersangka Pemalsu Hasil Rapid Test di Surabaya Sudah Jual Ratusan Surat ke Penumpang Kapal Laut

Dilakukan 4 bulan terakhir, sudah jual ratusan surat

Barang bukti pemalsuan surat rapid test dibeberkan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (21/12/2020).KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZAL Barang bukti pemalsuan surat rapid test dibeberkan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (21/12/2020).
Menurut pengakuan tersangka, praktik pemalsuan surat rapid test ini telah dilakukan sejak 4 bulan terakhir atau sejak September 2020.

Selama empat bulan, komplotan tersebut telah menjual ratusan surat rapid test.

"Surat rapid test palsu dijual ke penumpang kapal laut tujuan Ambon, Maluku, Kalimantan, Sulawesi dan Papua," kata dia.

Adapun polisi menyita sejumlah barang bukti uang hasil pemalsuan surat rapid test sebanyak jutaan rupiah.

"Hasil penjualan surat rapid test palsu yang kami amankan hanya Rp 5,7 juta, sisanya sudah dipakai oleh tersangka," ujar Ganis.

Kini, tersangka dijerat Pasal 263 (1) KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Editor: Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X