Mengenal Sosok Tri Mumpuni, Pecinta Desa yang Jadi Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia

Kompas.com - 20/12/2020, 17:23 WIB
Pada seremoni penghargaan di Singapura, Rabu (21/2018) pekan lalu, Tri Mumpuni selaku pendiri Insitut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dari Indonesia, didaulat sebagai pemenang utama ASEAN Social Impact Awards. Dok asiaphilanthropycirlce.orgPada seremoni penghargaan di Singapura, Rabu (21/2018) pekan lalu, Tri Mumpuni selaku pendiri Insitut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dari Indonesia, didaulat sebagai pemenang utama ASEAN Social Impact Awards.

 

Selalu ingat nasihat orangtua: bekerjalah untuk kaum dhuafa

Nasihat orangtua Jika ditanya siapa yang paling berperan membentuk Tri, ia akan menjawab orangtuanya. 

Sang ayah pernah berpesan, bekerjalah untuk kaum dhuafa, karena jumlah mereka banyak dan doa mereka dijabah Allah.

Adapun ibu merupakan potret kepedulian terhadap masyarakat. Sejak kecil, ia melihat ibunya mengikuti banyak kegiatan sosial.

Mulai dari membantu orang yang kena korengan, kejar paket A, posyandu, program penghilangan kutu di rambut anak kampung, dan lainnya.

"Sebagai perempuan, peran yang kita jalankan, sebaiknya ya sesuai dengan kemampuan kita dan harus ada kompromi-kompromi dengan pasangan kalau kita menikah dan mempunyai anak. Kita harus memilih dan pilihan ini harus benar, kalau salah semua jadi repot dan berantakan," katanya.

"Pilihan saya adalah saya ingin hidup ini berguna bagi diri sendiri, bagi keluarga, agama dan bangsa, ini doa saya setiap selesai sholat kepada Tuhan. Biarkan Allah yang ngatur, yang terbaik buat kita, maka kita harus selalu meminta agar diberi yang terbaik," tambahnya kemudian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Soal kelistrikan desa

Ketika ditanya apakah dia berpikir pindah haluan pada hal yang komersial, Tri menjawab dia ingin membangun pembangkit yang listriknya dijual secara komersial ke PLN.

Namun, 50 persen saham akan langsung diberikan kepada masyarakat desa. Saham itu bisa digunakan untuk pembangunan desa berkelanjutan, biaya sekolah anak-anak desa sampai sarjana, pengobatan gratis, modal untuk usaha masyarakat desa dan lainnya.

Kalau jumlahnya besar, dia terobsesi untuk membangun rumah sakit dan sekolah yang bagus bagi masyarakat desa.

Sisa saham 50 persen akan digunakan untuk membiayai organisasi di dalam mengembangkan kegiatan pelistrikan desa dan membangun pembangkit.

Skema yang digunakan sama, yaitu memberi saham kepada masyarakat desa, agar desa punya biaya pembangunan, baik pembangunan manusianya maupun pembangunan fisik secara berkelanjutan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X