Mengenal Sosok Tri Mumpuni, Pecinta Desa yang Jadi Tokoh Muslim Berpengaruh di Dunia

Kompas.com - 20/12/2020, 17:23 WIB
Pada seremoni penghargaan di Singapura, Rabu (21/2018) pekan lalu, Tri Mumpuni selaku pendiri Insitut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dari Indonesia, didaulat sebagai pemenang utama ASEAN Social Impact Awards. Dok asiaphilanthropycirlce.orgPada seremoni penghargaan di Singapura, Rabu (21/2018) pekan lalu, Tri Mumpuni selaku pendiri Insitut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) dari Indonesia, didaulat sebagai pemenang utama ASEAN Social Impact Awards.

 

Usaha tak selalu sukses

Tri menjelaskan, kegiatannya tak selalu sukses. Ada kalanya dia mengalami kegagalan. 

Ketika dia gagal, biasanya mundur dulu dan mengganti strategi dalam mendekati masyarakat. Seperti terjadi di sebuah desa pedalaman.

Saat itu pihaknya tak mau membangun mikrohidro karena kepala desa mau mengambil manfaat. Pihaknya lalu mundur dan membuat beberapa kali pertemuan hingga lahirlah kesepakatan yang harus ditandatangani masyarakat dan kades.

Pihaknya menunggu sampai muncul kesadaran di masyarakat. Ia keukeuh karena kegiatan ini memberikan keuntungan secara kolektif jadi harus ada konsensus tentang manfaat yang didapat dari kegiatan ini, bukan untuk keuntungan satu dua orang elit desa.

"Biasanya mereka lalu sepakat. Kadang masyarakat desa juga perlu 'gertakan'," katanya sambil tertawa.

Kadang frustasi jika tak ada yang mendukung

Sebagai manusia biasa, Tri juga kadang stres. Ia frustasi jika bertemu aparat yang tidak mendukungnya di lapangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka mengira kegiatan ini adalah proyek dan mereka mengharapkan bagian.

Tapi hal ini adalah tantangan yang akan dihadapi, lahir, hidup dan dibesarkan di negara berkembang dimana aparat juga perlu di-empower, tidak hanya penduduknya saja. Kadang energi habis hanya untuk memberitahu bahwa semua pihak harus membangun bangsa ini bersama-sama agar segera maju dan tidak semakin tertinggal.

Ketika Tri putus asa, dia akan selalu ingat bahwa ‘Allah’ selalu memudahkan jalan umatnya jika bekerja tulus dan ikhlas.

Dan Tri selalu ingat wajah-wajah masyarakat desa yang perlu uluran tangan untuk bisa berdaya. Hal itu jadi senjata dasyat untuk memulihkan semangatnya.

 

Berpendidikan tinggi, tapi jatuh cinta pada desa

Sejak dulu, Tri sangat mencintai alam pedesaan dengan memasyarakatnya yang masih lugu. Di sanalah Indonesia harusnya memulai pembangunan.

Namun karena itu tidak dilakukan Indonesia, maka ia dan suaminya terpanggil membangun desa. Ia sendiri menggeluti pembangunan perdesaan sejak kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Saat itu, ia terlibat dalam kegiatan pembangunan masyarakat perdesaan di pinggiran danau Toba Sumatera Selatan dengan program pengembangan ikan tilapia merah bantuan USAID untuk peternak ikan di pinggiran Danau Toba.

Sempat tertarik pemberdayaan warga miskin kota

Setelah itu ia sempat menggeluti pembangunan perkotaan buat masyarakat miskin kota, namun hanya bertahan dua tahun. 


Ia menemukan ketidakpastian pembangunan perkotaan di Indonesia karena uang lebih banyak bicara.

Ia mengistilahkan money driven development, tidak ada perencanaan kota yang jelas. Siapa punya uang, dia bisa memberi warna bagi kota di Indonesia.

Akhirnya, dia memutuskan bergabung dengan suami kembali ke pedesaan. Suami mengurusi teknologinya dan Tri mengurusi pembangunan sosial masyarakat dan ekonominya dengan memanfaatkan teknologi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X