Cabuli 6 Anak dan Sempat Dinyatakan Bebas, Oknum Guru Agama di Jambi Dipidana 3 Tahun, Ini Ceritanya

Kompas.com - 19/12/2020, 10:30 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCKIlustrasi.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Ambok Lang (45) oknum guru ngaji pelaku pencabulan enam anak di Jambi akhirnya divonis 3 tahun penjara setelah kasasi yang ia ajukan di Mahkamah Agung kalah.

Ia kemudian dieksekusi dari rumahnya pada Kamis (17/12/2020) oleh Kejaksaan Tinggi Jambi.

Pria yang bekerja sebagai PNS di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi tersebut sempat divonis bebas oleh PN Jambi pada 13 Januari 2020 lalu.

Padahal ia sudah melakukan mencabuli enam anak di lingkungan rumahnya.

"Ambok Lang dijatuhkan pidana penjara 3 tahun, denda sebesar Rp 100 juta dan subsidair 3 bulan," kata Asspidum Kejaksaan Tinggi Jambi Fajar Rudi kepada Kompas.com, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Sempat Bebas, Oknum Guru Agama yang Cabuli Anak Kalah Kasasi, Dipidana 3 Tahun

Cabuli murid mengaji

Kasus pencabulan yang dilakukan Ambok Along terjadi sejak tahun 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain sebagai PNS di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Ambok juga menjadi guru mengaji untuk anak-anak di lingkungan rumahnya di kawasan Jalan Ki Maja.

Saat mengajar, ia mencabuli enam anak yang juga muridnya.

Pada tahun 2018, Ambok dilaporkan ke polisi dan awal tahun 2019, kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan lalu ke pengadilan.

Baca juga: Polisi Jambi Gagalkan Penyelundupan 27 Boks Benih Lobster Senilai Rp 6 Miliar

Kasus pencabulan baru terungkap setelah salah satu korban bercerita kepada orangtuanya jika ia dicabuli guru mengajinya setelah diberi uang Rp 1.000.

Saat itu salah satu korban menangis dan demam sepulangnya dari belajar. Dia lantas menceritakan pencabulan yang dilakukan Ambok Lang.

Atas dasar itu Ambok Lang dilaporkan ke Kepolisian Daerah Jambi. Laporan ini mandek sampai lima bulan lebih di Polda Jambi dan kemudian baru pada 2019 persidangan berjalan.

Namun pada Januari 2020 Ambok Lang divonis bebas.

Baca juga: Orangtua Korban Lega Dengar Guru Agama yang Cabuli Anaknya Kalah di Kasasi

Ilustrasi pelecehan perempuanShutterstock Ilustrasi pelecehan perempuan
Menurut N salah satu orangtua korban, sejak vonis bebas dijatuhkan pada Ambok Lan, enam orang anak yang jadi korbannya ketakutan pergi ke masjid.

Mereka terpaksa mengaji di rumah, sebab masjid lingkungan mereka sangat dekat dengan rumah Ambok Lang.

Ambok Lang juga sering jadi imam dan ceramah saat salat Jumat di masjid itu.

Hal itu membuat ketakutan melingkupi perasaan enam anak ini. Sementara itu para orangtua memperjuangkan hak mereka setelah vonis bebas.

“Pertama ajukan surat ke LPSK kemudian ke KPAI. Selanjutjnya kami juga ajukan surat terkait kinerja jaksa dan hakim,” katanya saat dihubungi Kompas.com pada Jumat (18/12/2020).

Baca juga: Guru Honorer di Pinrang Cabuli Muridnya di Toilet Sekolah

Sementara itu Tito, jaksa penuntut umum (JPU) yang menangani perkara tersebut, pihaknya telah memanggil banyak saksi. Termasuk saksi dari perangkat masjid tempat Ambok Lang sering mengajar ngaji dan memberikan ceramah Jumat serta beberapa tetangganya.

Dari kesaksian perangkat masjid dan saksi lainnya, Ambok pernah melakukan kasus pencabulan beberapa kali sebelum kasusnya mencuat di publik.

Namun kejadian tersebut tak dilaporkan ke polisi.

Baca juga: Lewati Medan Curam, Bus Berisi 33 Anggota Brimob Terguling di Jambi

Sementara itu, Esi, pengacara Ambok Lang sebelumnya menghadirkan beberapa saksi, satu di antaranya adalag istri dari terdakwa Ambok Lang.

Padahal biasanya posisi saksi yang berhubungan keluarga ini diperdebatkan oleh hakim.

Beberapa keterangan saksi mengatakan bahwa anak-anak yang orangtunya melapor ini tidak pernah mengaji di rumah Ambok Lang.

Baca juga: Bus Satu Peleton Brimob Polda Sumsel Terguling di Jambi

Sebut keterangan saksi korban adalah bohong

Ilustrasi Pelecehan SeksualShutterstock Ilustrasi Pelecehan Seksual
Dilansir dari Tribun Jambi, saat sidang di Pengafilan Negeri Jambi pada Selasa (15/10/2020), Ambok Lang sempat membantah keteranga saksi korban.

Saat itu Tito selaku JPU menghadirkan enam anak dan lima orangtua sebagai saksi pelapor serta perangkat masjid yang menjadi saksi karena sehari-hari bertemu dengan Ambok Lang.

Saat ditanya hakim apakah keterangan anak-anak yang dicabulinya itu benar, jawaban Ambok Lang sontak membuat anak-anak yang menjadi saksi ketakutan.

“Bohong semua!” kata Ambok Lang sambil melotot pada enam anak yang jadi saksi.

Anak-anak yang rata-rata usianya dibawah 12 tahun itu ketakutan karena Ambok Lang menjawab sambil melotot ke mereka.

Baca juga: Seorang Kakek Cabuli Bocah Berusia 11 Tahun di Rumah Kosong, Aksinya Ketahuan Warga

N, salah seorang ibu dari anak yang dicabuli mengatakan tidak terima dengan jawaban Ambok Lang.

Dia mengatakan beberapa orang tua yang anaknya juga dicabuli tidak mau ikut ke persidangan.

“Kalau di bawah dua tahun, nanti keluar dari penjara dia masuk kerja lagi (dinas pendidikan), masak negara mau mempekerjakan orang yang seperti itu,” kata N.

Baca juga: Polisi Usut Kasus Pencabulan Tiga Bocah di Grogol

Salah satu saksi mengatakan terdakwa dulu sempat melakukan hal yang sama pada anak-anak usia 8 tahun.

“Abang dari korban sampai bawa-bawa parang ke rumah (terdakwa) dulu,” katanya.

Tapi kejadian itu tak sampai dilaporkan ke kantor polisi. Selesai secara kekeluargaan. “Itu juga sudah lama sekali,” katanya.

Baca juga: Alasan Polisi Tak Juga Tangkap Pelaku Pencabulan Bocah di Rumah Ibadah

Orangtua korban lega Ambok Lang ditahan

Asspidum Kejaksaan Tinggi Jambi Fajar Rudi menjelaskan kronologi eksekusi Ambok Lang (belakang baju merah), pada Kamis (17/12/2020) di Kejaksaan Tinggi Jambi.KOMPAS.COM/JAKA HB Asspidum Kejaksaan Tinggi Jambi Fajar Rudi menjelaskan kronologi eksekusi Ambok Lang (belakang baju merah), pada Kamis (17/12/2020) di Kejaksaan Tinggi Jambi.
Saat Ambok Lang dinyatakan bebas, beberapa orangtua dari anak-anak yang jadi korban Ambok Lang sempat melakukan aksi di depan Kejaksaan Tinggi Jambi.

Mereka menuntut tim kejaksaan mengirimkan memori kasasi agar Ambok Lang dihukum lebih berat.

Kini Ambok Lang sudah ditahan dan dipenjara 3 tahun untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu N salah satu orangtua korban mengatakan, harus ada langkah tegas dari Pemerintah Provinsi Jambi terkait kasus Ambok Lang.

Baca juga: Modus Pencabulan Bocah di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi hingga Imingi Bertemu Artis

“Sekarang sudah divonis penjara tiga tahun. Sekarang bagaimana sikap Pemerintah Provinsi Jambi? Sekarang dia masih PNS di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi,” katanya.

N mengatakan tiga tahun baginya hukuman yang terlalu kecil jika dibandingkan dengan efek trauma yang dialami anak.

“Tapi setidaknya ada efek jera untuk pelaku. Termasuk pesan untuk korban lain,” katanya.

“Untuk korban lain yang belum berani ngomong, sekarang sudah bisa. Hal ini membuktikan kalau kita korban tetap ada yang bantu selama berjuang. Tidak usah takut,” katanya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Jaka Hendra Baittri | Editor: Aprillia Ika, Teuku Muhammad Valdy Arief)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.