Diserahkan ke Kejaksaan, 10 Tersangka Teror Molotov ke Kantor PDI-P Bogor Anggota FPI

Kompas.com - 17/12/2020, 17:54 WIB
Sebuah benda yang diduga sebagai bom molotov meledak di depan pintu kantor sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dok IstimewaSebuah benda yang diduga sebagai bom molotov meledak di depan pintu kantor sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi telah merampungkan berkas kasus pelemparan bom molotov yang menyasar markas PDI-P PAC Cileungsi, Bogor.

Berkas sudah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Alhamdulillah kemarin sudah P21, sudah dilimpahkan ke kejaksaan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar Kombes A Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Kapolda Jabar Janji Tangkap Semua Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Kantor PDI-P Cileungsi

Pelaku yang melakukan pelemparan ini berjumlah 15 orang. Namun hanya 10 orang yang ditangkap dan dijadikan tersangka. Sementara lima orang lagi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Nantinya, 10 tersangka ini akan segera dilimpahkan ke kejaksaan.

"Dari perkembangan penyidikan kemarin, ternyata yang bersangkutan itu yang 10 orang yang sudah tertangkap itu anggota FPI, yang menyebutkan mereka merupakan badan antiteror FPI atau BATF," ucapnya.

Erdi pun mengimbau lima pelaku yang masih buron untuk menyerahkan diri ke Polda Jabar.

"Sesegera mungkin untuk menyerahkan diri ke Polda Jabar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sebelum dari penyidik untuk mengungkapkan sendiri," ucapnya.

Seperti diketahui, pelemparan bom molotov terjadi di dua markas PDI-P. Insiden pertama terjadi pada Selasa (28/7/2020) di PAC PDI-P Megamendung. Lokasi itu sekaligus kediaman Wakil Ketua PDI-P Kabupaten Bogor, Rosenfield Panjaitan.

Insiden kedua terjadi sehari kemudian di Sekretariat PAC PDI-P Cileungsi, Kabupaten Bogor. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Untuk kasus pelemparan molotov di Cileungsi, polisi telah menangkap 10 orang. Namun polisi belum dapat menyimpulkan apakah ada keterkaitan antara pelemparan di Cileungsi dan Megamendung.

Baca juga: Polisi: Pelaku Pelemparan Bom Molotov di Cileungsi Bogor Lebih dari 10

 

Polisi menjerat para pelaku dengan pasal berlapis, yakni Pasal 187 KUHP atas dugaan tindak pidana dengan sengaja menimbulkan ledakan atau kebakaran. Mereka terancam pidana 12 tahun penjara.

Kemudian, Pasal 406 KUHP atas dugaan dengan sengaja dan melawan hukum merusak dan membuat tidak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu atau seluruhnya. Para pelaku terancam pidana 2 tahun 8 bulan penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X