Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkot Tasikmalaya Tutup Fasilitas Publik Saat Tahun Baru, Tim Patroli 24 Jam

Kompas.com - 17/12/2020, 12:41 WIB
Irwan Nugraha,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, akan menutup seluruh fasilitas publik supaya tak menimbulkan kerumunan orang saat malam pergantian tahun.

Selain itu, seluruh kegiatan pelaku usaha akan dibatasi jam operasionalnya hanya sampai pukul 20.00 WIB.

Tim satuan tugas Covid-19 juga akan berpatroli selama 24 jam.

Baca juga: Mobil Karyawan BNI Terseret Kereta di Tasikmalaya, 3 Orang Luka

Tim akan menindak masyarakat yang berkerumun saat malam tahun baru. 

"Saya pastikan tidak akan ada perayaan tahun baru kali ini di Kota Tasikmalaya," kata Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf kepada wartawan seusai memimpin apel Satgas Covid-19, Kamis (17/12/2020).

Yusuf pun melarang masyarakat menyalakan kembang api saat perayaan malam tahun baru.

Semua petugas diminta melarang penjualan kembang api menjelang tahun baru.

"Saya harap semua pihak dan masyarakat mengerti kenapa kita melakukan itu, karena kondisi Covid-19 di Kota Tasikmalaya semakin mengkhawatirkan. Tindakan tegas ini supaya tak terus terjadi penyebaran corona di Kota Tasikmalaya," kata Yusuf.

Baca juga: Benarkah Wisatawan yang Liburan ke Jabar Wajib Rapid Test Antigen?

Sampai saat ini, para pasien corona di wilayah Tasikmalaya harus antre menunggu ruang isolasi yang kosong.

Pasalnya, jumlah warga yang positif corona terus membludak, sementara daya tampung ruang isolasi sudah penuh.

"Ruang isolasi di hotel saja itu masih tidak cukup. Makanya kita sedang siapkan 2 gedung baru rumah sakit milik pemerintah daerah. Kita tak berharap muncul klaster-klaster baru saat malam tahun baru," ujar Yusuf.

Pemkot Tasikmalaya akan terus berupaya menambah ruang isolasi terpusat untuk menampung warga yang selama ini isolasi mandiri akibat penuhnya ruang isolasi.

"Makanya paling bahaya adalah pasien positif corona yang isolasi mandiri akibat ruangan karantina penuh. Bahaya sekali karena rawan menular kepada anggota keluarga lainnya," kata dia.

Adapun perayaan Natal di Kota Tasikmalaya akan dilaksanakan sebagian besar secara virtual.

Meski dilakukan di gereja, perayaan Natal di Kota Tasikmalaya akan selalu menerapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan orang.

Sesuai data pada Kamis (17/12/2020), diketahui jumlah total pasien sebanyak 1.602 orang.

Rinciannya, pasien yang masih dikarantina sebanyak 759 orang.

Kemudian pasien sembuh 806 orang dan meninggal sebanyak 37 orang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com