500 Lebih Nelayan Sumut Bekerja di Kapal Asing dan Mencuri Ikan di Indonesia

Kompas.com - 16/12/2020, 18:27 WIB
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (16/12/2020). Dalam kunjungan tersebut Dedi menemui ABK kapal asing yang berkewarganegaraan Indonesia. Mereka ditangkap karena mencuri ikan di perairan Indonesia. handoutWakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (16/12/2020). Dalam kunjungan tersebut Dedi menemui ABK kapal asing yang berkewarganegaraan Indonesia. Mereka ditangkap karena mencuri ikan di perairan Indonesia.

BANDUNG, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi melakukan kunjungan ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Rabu (16/12/2020).

Dalam kunjungan tersebut, ada yang kejadian yang membuat Dedi merasa tercengang.

"Saya melihat sejumlah anak buah kapal (ABK) asing yang ditangkap karena mencuri ikan ilegal di perairan kita. Ternyata setelah ditemui para ABK itu adalah warga negara Indonesia, warga Sumatera Utara, ada yang keturunan Jawa mereka bekerja di kapal Malaysia dan kemudian mencuri ikan di perairan kita," ungkap Dedi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Pemerintah Pulangkan 55 ABK dan 19 Nelayan Tradisional Indonesia dari 4 Negara

Dedi menjelaskan, selain siasat dari pemilik kapal agar bisa mencuri ikan di perairan Indonesia, ternyata ada fenomena lain yang mendorong warga negara Indonesia bekerja di kapal asing dan mencuri ikan di perairan sendiri.

"Karena faktor upah. Mereka dapat 400 ringgit setiap hari atau sekitar Rp 400.000 per hari upahnya. Sedangkan di kapal kita sebagai pemancing di Sumatera Utara hanya dapat Rp 45.000 sehari semalam. Sehingga mereka berani melakukan itu," tuturnya.

Dedi berharap 500 orang lebih anak buah kapal Malaysia berkewarganegaraan Indonesia yang mencuri ikan di perairan Indonesia tidak diproses hukum.

"Saya saya minta nelayan enggak usah mengikuti prosedur hukum lagi. Lebih baik mereka dipekerjakan di kapal Indonesia yang membutuhkan dan katanya banyak kapal Indonesia butuh tenaga kerja," bebernya.

Baca juga: Pergi Mencari Ikan, Nelayan Ini Hilang, Mesin Kapalnya Masih Hidup

Dedi pun meminta dan mendorong pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia untuk menetapkan standar upah untuk anak buah kapal ikan Indonesia agar tidak ada lagi kejadian serupa ke depannya.

"Tadi Dirjennya (Kapal Tangkap) akan buat perjanjian kerja ABK harus dipekerjakan dengan standar upah. Problem kapal lokal itu persoalan standarisasi upah.

Harus ada langkah yang jelas," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X