Hasil Rekapitulasi Pilkada Kebumen: Paslon Tunggal Unggul dari Kotak Kosong

Kompas.com - 16/12/2020, 11:50 WIB
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan perolehan suara di KPU Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (15/12/2020) sore. KOMPAS.COM/DOK KPU KEBUMENRapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan perolehan suara di KPU Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (15/12/2020) sore.

KEBUMEN, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pilkada serentak pada Selasa (15/12/2020).

Dalam rapat pleno terbuka itu dihadiri dua orang saksi pasangan calon tunggal Arif Sugiyanto-Ristawati Purwaningsih (Arif-Rista), yaitu Wahid Mulyadi dan Ahmad Bahtera Hadiah Dinata.

Berdasarkan rekapitulasi dalam rapat pleno terbuka itu, Arif-Rista berhasil unggul dari kotak kosong.

Baca juga: Real Count KPU Kebumen Data Masuk 48,78 Persen, Paslon Tunggal Arif-Rista Unggul 61,1 Persen

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kebumen Yulianto mengatakan, paslon Arif Sugiyanto- Ristawati Purwaningsih (Arif-Rista) memperoleh 389.463 suara.

Pasangan tersebut didukung sembilan partai politik (parpol) pemilik kursi di DPRD Kebumen.

Rinciannya, yaitu PDI-P sebanyak 12 kursi, PKB (9), Gerindra (7), Golkar (6), PPP (4), Nasdem (4), PAN (3), Demokrat (3) dan PKS (2).

Sedangkan pemilih yang memilih kolom kosong atau kotak kosong sebanyak 250.821 suara.

Adapun total suara tidak sah 23.918 suara.

"Kami sudah menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara dan penetapan perolehan suara kemarin sore," kata Yulianto saat dihubungi, Rabu (16/12/2020).

Baca juga: Lawan Kotak Kosong, Pasangan Arif-Rista Sementara Unggul di Pilkada Kebumen

Yulianto mengatakan, KPU memberikan waktu 3X24 jam apabila ada pihak yang akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Ada waktu 3X24 jam sejak diputuskan untuk gugatan di MK. Selanjutnya menunggu keluarnya Buku Registrasi Perkara Konstitusi dari Mahkamah Konstitusi maksimal lima hari," ujar Yulianto.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X