Bawaslu Kalbar Catat 82 Pelanggaran Protokol Kesehatan Selama Kampanye Pilkada

Kompas.com - 15/12/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HANDININGIlustrasi

PONTIANAK, KOMPAS.com – Bawaslu Kalimantan Barat ( Kalbar) mencatat, terdapat 82 pelanggaran protokol kesehatan selama masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Anggota Bawaslu Kalbar Faisal Riza mengatakan, protokol kesehatan yang dilanggar yakni, peserta kampanye melebihi 50 orang, sebagian peserta kampanye tidak menggunakan masker, aktivitas kampanye menimbulkan kerumunan.

“Kemudian ada pelaksanaan kampanye yang tidak menyediakan tempat cuci tangan dan alat pengecekan suhu tubuh. Totalnya 82 pelanggaran,” kata Faisal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: 7 Atlet PON Kalbar Positif Covid-19, Tempat Latihan Ditutup Sementara

Faisal menegaskan, penindakan pelanggaran protokol kesehatan selama masa kampanye telah ditangani masing-masing Bawasli di tingkat kabupaten.

Adapun sanksinya beragam, mulai dari peringatan lisan, peringatan tertulis, pembubaran paksa, hingga sanksi larangan kampanye.

“Kampanye yang melibatkan massa di atas 50 orang, langsung minta dikurangi. Jika tidak, kita beri peringatan tertulis. Kalau dalam satu jam tidak juga dihiraukan, maka kita bubarkan. Kalau masih ngelawan, kita beri sanksi,” tegas Faisal.

Baca juga: Real Count KPU, Perolehan Suara 3 Calon Petahana di Kalbar Tertinggal

Sementara itu, Gubernur Kalbar Sutarmidji memastikan, pelaksanaan pilkada di tujuh kabupaten di Kalbar berlangsung kondusif.

Menurut dia, ada beberapa kabupaten yang telah dapat diketahui siapa yang diunggul. Seperti di Kabupaten Sambas, Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Bengkayang.

“Siapapun yang menang harus didukung semua pihak. Yang penting kondusif. Tinggal tunggu penetapan dari KPU,” ucap Sutarmidji dalam keterangan tertulisnya.

Untuk itu, dia mengucapkan rasa terimakasih kepada TNI-Polri yang sudah membantu pengamanan pelaksanaan pilkada di Kalbar.

“Terima kasih untuk jajaran TNI-Polri yang sudah membantu kelancaran pelaksanaan pilkada,” tutup Sutarmidji.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Regional
Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Regional
Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Regional
Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Regional
Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Regional
Usai Gibran Dilantik Menjadi Wali Kota Solo, Ini Kata Rudy...

Usai Gibran Dilantik Menjadi Wali Kota Solo, Ini Kata Rudy...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X