BBPOM Yogyakarta Usulkan "Take Down" 227 Link Toko Online Jual Obat dan Makanan Ilegal

Kompas.com - 15/12/2020, 14:28 WIB
Petugas BBPOM Yogyakarta saat melakukan sidak di salah satu mall di DIY IST/BBPOM YogyakartaPetugas BBPOM Yogyakarta saat melakukan sidak di salah satu mall di DIY

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta mengusulkan untuk mencabut (take down) 227 tautan situs yang teridentifikasi mengedarkan obat dan makanan secara ilegal di online.

"Selama kurun waktu Maret-November 2020, telah dilakukan operasi pengusulan take down link platform e-commerce sebanyak 227," ungkap Kepala BBPOM Yogyakarta, Dewi Prawitasari melalui keterangan tertulis, Selasa (15/12/2020).

Dewi mengatakan, temuan ini berawal dari laporan masyarakat yang menyebutkan adanya penjualan obat dan makanan ilegal di situs jual beli online.

Baca juga: Ini Rencana Pengaturan Ibadah Natal Gereja di Kota Yogyakarta

Dari laporan masyarakat Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) melakukan pendalaman dan juga penelusuran yang menunjukkan ada pelanggaran.

"Maret lalu dilakukan take down platform lokal," papar dia.

Selain menggunakan platform online, kata dia, para penjual obat dan makanan ilegal ini juga mendistribusikan produk melalui jasa transportasi online dan juga ekspedisi.

Ia merinci jenis obat dan makanan yang dijual melalui online yakni, obat-obatan 110 (49%), obat tradisional sebanyak 89 (39%), pangan sebanyak 15 (7%), Kosmetika sebanyak 12 (5%), dan suplemen kesehatan sebanyak 1 produk.

"Temuan makanan dan obat tradisional ilegal yang dijual online masih merupakan komoditi yang terbanyak yang dilanggar," kata dia.

Baca juga: Jual Obat Ilegal, Toko Kosmetik di Mall Bandara City Disegel BPOM

Selama pandemi Covid-19, pihaknya telah melakukan operasi-operasi penindakan terutama penjualan obat dan pangan berkemasan melalui online.

"Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), penjualan secara online pada bulan April 2020 bahkan melonjak hingga 480%.

Hal ini memberikan peluang bagi pelaku kejahatan obat dan makanan untuk mengedarkan obat dan makanan ilegal dan tidak memenuhi persyaratan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X