Kompas.com - 14/12/2020, 13:55 WIB
Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah merilis penangkapan dua pelaku pengeroyokan yang menyebabkan kematian terhadap seorang remaja di Dago Bandung beberapa waktu lalu. KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKapolrestabes Bandung, Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya tengah merilis penangkapan dua pelaku pengeroyokan yang menyebabkan kematian terhadap seorang remaja di Dago Bandung beberapa waktu lalu.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi menangkap dua dari 10 orang pelaku pengeroyokan yang menyebabkan Sanu Sanudin (17) tewas di Jalan IR H Juanda, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.

Adapun pelaku yang ditangkap berinisial MTM (18) dan RR (20). Sedangkan sisa pelaku lainnya masuk ke daftar pencarian orang (DPO).

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, tewasnya korban disebabkan oleh bentrokan antar-dua kelompok yang dipicu saling ejek, pada Minggu, 1 November 2020 sekitar pukul 02.00 WIB.

"Dini hari kelompok motor GBR melewati kelompok motor Moonraker. Nah pada saat kelompok GBR melewati Moonraker mereka saling meledek," kata Ulung di Mapolrestabes Bandung, Senin (14/12/2020).

Baca juga: Cerita Alfan, Dibacok Gerombolan Diduga Geng Motor Saat Beli Rokok di Warung

Salah satu kelompok itu pun tersinggung kemudian mengejar kelompok lainnya. Akhirnya kelompok itu mengeroyok salah satu orang dari kelompok lainnya yang tertinggal karena jatuh.

Korban sendiri tewas diduga dikeroyok dengan tangan kosong dan alat berupa batu hingga kayu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kelompok Moonraker tersinggung kemudian dikejar. Pada saat dikejar ini ada dari kelompok GBR ada yang tertinggal dan jatuh, sehingga dilakukan penganiayaan oleh kelompok Moonraker. Korban tersebut meninggal dunia," ucap Ulung.

Mendapatkan laporan adanya korban tewas, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap dua dari 10 orang pelaku yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu.

Menurut Ulung pelaku kabur ke beberapa wilayah di Jabar, yakni di Garut, Tasikmalaya, dan Subang. Polisi meminta pelaku DPO lainnya untuk menyerahkan diri.

"Sekarang baru ditangkap dua orang, kita melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku lainnya, kita sudah terbitkan status DPO," ucapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 80 ayat 3 Jo 76c UURI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No.23 tahun 2002 tentang perlidungan anak atau pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHPidana ancaman hukuman 15  tahun dan 12 tahun penjara.

Ulun mengimbau masyarakat, khususnya remaja, untuk tidak berkumpul dan berkerumun selama masa pandemi ini.

"Para remaja jangan nongkrong sampai malam dan dini hari, karena kita akan lakukan penertiban supaya tidak ada kerumunan," pungkasnya.

Baca juga: Lagi Beli Rokok di Warung, Remaja di Tegal Dibacok Gerombolan Diduga Geng Motor

Seperti diketahui, korban ditemukan tewas oleh warga setempat yang akhirnya melaporkannya ke Polsek Coblong.

Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mendapatkan sejumlah barang bukti berupa balok kayu, batu bata untuk trotoar, batu dan pecahannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.