Kompas.com - 13/12/2020, 20:08 WIB
Kelurga pasien mengamuk di RSUD Bima karena merasa tak dilayani tim medis KOMPAS.COM/SYARIFUDINKelurga pasien mengamuk di RSUD Bima karena merasa tak dilayani tim medis

BIMA, KOMPAS.com- Keluarga pasien mengamuk di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Bima.

Mereka mengamuk lantaran ibu hamil itu tak mendapat penanganan medis saat hendak melahirkan.

Video aksi keluarga pasien saat hendak dirawat di RSUD Bima itu, viral di media sosial. Video itu direkam langsung oleh pemilik akun Facebok, Bhen Khafany pada Jumat (11/12/2020).

Dalam rekaman video yang berurasi 11,46 detik itu, terlihat keluarga pasien marah-marah di RSUD Bima.

Baca juga: Viral Video Pengantin Perempuan Menangis Histeris Saat Mantan Datang di Resepsi, Ini Kisahnya

 

Bahkan, salah satu di antaranya hendak menyerang petugas medis yang tengah memakai baju APD saat pasien sedang tidur di atas mobil ambulans.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Keluar semua, orang melahirkan ini. Keluarga saya sudah menunggu 4 jam di rumah sakit, kok enggak ada. Mereka ke mana itu, enggak jelas," teriak salah seorang keluarga pasien.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, ibu hamil itu sempat tak dilayani karena alasan belum memiliki hasil tes Covid-19. Pihak rumah sakit beralasan, pasien baru bisa dilayani jika sudah menjalani rapid test.

Pihak keluarga yang tak terima dengan alasan tim medis tersebut, langsung mengamuk karena berlarut-larut tak dilayani.

Tak lama kemudian, pasien tersebut akhirnya ditangani tim medis setelah menjalani tes Covid-19.

Jujur Bicara RSUD Bima, dr Akbar memberikan penjelasan terkait informasi viral mengenai ibu hamil yang tak ditangani oleh RSUD. Pasien adalah Misran, warga Kabupaten Bima, NTB.

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X