Kompas.com - 12/12/2020, 15:21 WIB
Kucing emas yang dilepasliarkan di kawasan hutan TNBBS Lampung. (FOTO: Dok. BKSDA Jawa Barat) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAKucing emas yang dilepasliarkan di kawasan hutan TNBBS Lampung. (FOTO: Dok. BKSDA Jawa Barat)

LAMPUNG, KOMPAS.com – Sepasang kucing emas (Catopuma temminckii) yang merupakan satwa dilindungi dilepasliarkan di kawasan hutan Taman Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Lampung.

Sepasang kucing emas itu akhirnya dilepaskan setelah 2 tahun menjalani masa rehabilitasi.

Kedua satwa dilindungi bernama Gato dan Goldie ini adalah satwa yang berhasil diselamatkan  Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Mabes Polri dari perdagangan ilegal pada 2018 lalu.

Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat Ammy Nurwati mengatakan, pelepasliaran dilakukan pada Selasa (8/12/2020), bekerja sama dengan Balai Besar TNBBS Lampung.

Baca juga: Cerita Kucing Emas Langka, Luka Terjerat Perangkap Babi, Dehidrasi dan Mati

“Yang dilepasliarkan ini sepasang, satu jantan dan satu betina,” kata Ammy melalui keterangan tertulis, Jumat (11/12/2020).

Ammy mengatakan, sepasang kucing emas itu sudah menjalani perawatan dan pemulihan di Pusat Transit Satwa milik Yayasan Alam Satwa Tatar Indonesia (ASTI) di Gadog, Bogor, Jawa Barat, sejak diamankan dari pedagang satwa ilegal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selama masa perawatan, sepasang kucing emas ini diberikan penanganan khusus untuk menstimulasi perilaku alamiah, hingga sehat dan dinyatakan siap kembali ke habitatnya,” kata Ammy.

Baca juga: BKSDA Sumbar: Kucing Emas Langka Diduga Mati karena Stres, Anemia dan Dehidrasi

Kucing emas berada didalam kandang habituasi sebelum dilepasliarkan di dalam kawasan TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan), Lampung, Selasa (8/12/2020). Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat dan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) melepasliarkan 2 individu kucing emas di kawasan TNBBS, Lampung. Kedua kucing emas dewasa dengan nama Gato dan Goldie itu merupakan satwa hasil penyitaan tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Mabes Polri dari para pelaku perdagangan ilegal satwa liar dilindungi 2018 silam.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Kucing emas berada didalam kandang habituasi sebelum dilepasliarkan di dalam kawasan TNBBS (Taman Nasional Bukit Barisan Selatan), Lampung, Selasa (8/12/2020). Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat dan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) melepasliarkan 2 individu kucing emas di kawasan TNBBS, Lampung. Kedua kucing emas dewasa dengan nama Gato dan Goldie itu merupakan satwa hasil penyitaan tim Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Mabes Polri dari para pelaku perdagangan ilegal satwa liar dilindungi 2018 silam.
Pelepasliaran ini adalah kerja sama antara BBKSDA Jawa Barat, Balai Besar TNBBS, BKSDA Bengkulu, ASTI dan Yayasan IAR Indonesia (YIARI).

Ammy menambahkan, kucing emas adalah satwa langka yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Selain itu, dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Daftar Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

“Artinya, bila ada yang memburu, memperdagangkan, bahkan memelihara, maka ancaman pidana akan menanti,” kata Ammy.

Ammy mengatakan, jika ada masyarakat yang memelihara satwa dilindungi, diimbau segera melapor ke BKSDA setempat untuk ditindaklanjuti, sesuai dengan prosedur yang tetap memerhatikan prinsip kesehatan satwa dan kesesuaian habitatnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X