Ibu Tewas Dibunuh Anak, Ayah Minta Tolong dengan Pisau Menancap di Perutnya

Kompas.com - 11/12/2020, 13:50 WIB
Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto langsung memantau lokasi pembunuhan ibu kandung oleh anak sendiri, pada Kamis (10/12/2020). Dokumen Polres Muaro Jambi. KOMPAS.COM/JAKA HBKapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto langsung memantau lokasi pembunuhan ibu kandung oleh anak sendiri, pada Kamis (10/12/2020). Dokumen Polres Muaro Jambi.

JAMBI, KOMPAS.com – Seorang lelaki tega membunuh ibunya pada Kamis (10/12/2020) malam.

Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa sehingga tak hanya ibunya yang diserang, sang ayah pun mengalami kejadian serupa.

Peristiwa ini terjadi di Dusun Muaro Sakean, Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi.

Semua bermula pada pukul 21.00 WIB, Yahuna (60) yang merupakan tetangga pelaku mendengar teriakan Muhammad Sayuti (62).

Baca juga: Detik-detik Anak Bunuh Ayah Kandung di Riau, Tetangga Dengar Teriakan Minta Tolong

 

Sayuti adalah ayah kandung pelaku. Dia berteriak minta tolong dengan pisau menancap di perutnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tolong Ujip nikam (menikam) maknyo. Tolong panggil polisi,” kata Yahuna menirukan ucapan Sayuti.

Lima menit kemudian Yahuna meminta tolong ke warga lainnya.

Pelaku bernama Fahrur Rozi Als Rozi (39) alias Ujip.

Warga kemudian menyelamatkan korban.

Namun sayang, Ernawati (60) yang merupakan ibu pelaku tewas di lantai depan televisi.

Warga segera membawa dua korban tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Radenn Mattaher Jambi.

Tak lama sekitar 21.42 WIB, Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto bersama tim kepolisian resor Muaro Jambi bersama kapolsek Jaluko beserta anggotanya mendatangi tempat kejadian perkara dan langsung menangkap pelaku serta barang bukti untuk dibawa Markas Polres Muaro Jambi.

Kepala Sub Bagian Humas Polres Muaro Jambi, AKP Amradi mengatakan, dari keterangan keluarga, pelaku sudah berkali-kali berobat ke rumah sakit jiwa karena memiliki riwayat gangguan jiwa.

“Abang kandungnya juga. Dia juga di dalam rumah dan dikurung dengan teralis. Dia juga mengalami gangguan jiwa,” kata Amradi kepada Kompas.com melalui telepon, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Fakta Baru Penggerudukan Rumah Mahfud MD, Demonstran Berteriak Bunuh Jadi Tersangka, Polisi Dalami Keterlibatan FPI

Namun pelaku, meski mengidap gangguan jiwa, tidak dikurung.

“Karena gangguan jiwanya kadang kumat kadang tidak,” kata Amradi.

Pelaku sementara dikenai tindak pidana pembunuhan Pasal 338 KUHP.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.