Cawabup OKU yang Ditahan KPK Unggul Lawan Kotak Kosong di Real Count KPU

Kompas.com - 11/12/2020, 13:25 WIB
Cawabup OKU, Johan Anwar ditahan oleh KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan mark up lahan kuburan, Kamis (10/12/20). HANDOUT/HUMAS KPKCawabup OKU, Johan Anwar ditahan oleh KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan mark up lahan kuburan, Kamis (10/12/20).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pasangan petahana di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Kuryana Azis-Johan Anuar unggul jauh melampaui kotak kosong dalam pilkada serentak yang berlangsung pada (9/12/2020) kemarin.

Hal itu terlihat dari data real count di situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) https://pilkada2020.kpu.go.id/#/pkwkk/tungsura/16 yang diupdate Jumat (11/12/2020)pukul 11.30WIB.

Dalam situs itu tertulis, pasangan petahana mendapatkan perolehan suara sementara 65,9 persen. Sedangkan kotak kosong 34,1 persen. 

Baca juga: Tersandung Kasus Korupsi Lahan Kuburan, Cawabup Petahana Pilkada OKU Ditahan KPK

Sementara data suara yang masuk sebanyak 538 tempat pemungutan suara (TPS) dari total 725 atau 74,21 persen.

Johan yang maju sebagai cawabup OKU diketahui telah ditahan KPK dan dititipkan di Rutan Polres Jakarta Pusat setelah menjalani pemeriksaan serta pelimpahan barang bukti pada Kamis (10/12/2020) kemarin.

Politisi Partai Golkar yang maju sebagai cawabup untuk periode kedua itu ditahan karena terlibat dugaan mark up lahan kuburan di OKU yang merugikan negara Rp 5,7 miliar pada 2013 lalu ketika ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD OKU.

Kuasa Hukum Johan Anuar, Titis Rachmawati smengatakan, mereka akan mengikuti proses hukum hingga selesai. Ia pun yakin kliennya tak bersalah dalam kasus itu.

"Kita akan ikuti proses hukum dan akan hadapi persidangan. Semoga keadilan berpihak kepada klien saya," kata Titis lewat pesan singkat.

Ketua KPU OKU Naning Wijaya mengungkapkan, meskipun Johan ditahan, proses tahapan Pilkada tak akan terganggu.

Bahkan, cawabup petahana itu tetap terdaftar sebagai peserta pemilu karena status hukumnya saat ini belum inkrah.

Baca juga: Ditahan KPK, Cawabup OKU Johan Anuar Tidak Lagi Ajukan Praperadilan

Menurut Naning, saat ini tahapan rekapitulasi masih berlangsung di tingkat kecamatan. Pada Minggu (20/12/2020) nanti, rekapitulasi baru akan masuk ke tingkat kabupaten.

"Kalau nantinya ditingkat kabupaten tidak ada gugatan, maka pasangan ini menang. Sebab, di OKU hanya ada pasangan tunggal," jelas Naning.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X