Server "Trouble", Rekapitulasi Pilkada Solo Tingkat Kecamatan Dilakukan Manual

Kompas.com - 11/12/2020, 09:49 WIB
Ilustrasi pilkada KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi pilkada

SOLO, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo mulai melakukan rekapitulasi suara pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Solo 2020 setiap kelurahan di tingkat kecamatan.

Tahapan ini dimulai pada Kamis (10/12/2020) hingga Minggu (13/12/2020).

Namun, karena server KPU mengalami gangguan (trouble) proses rekapitulasi dilakukan secara manual atau berjenjang.

"Server-nya masih trouble jadi masih menggunakan rekap berjenjang," kata Anggota Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Solo, Suryo Baruno dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Putra Presiden Diprediksi Menang Pilkada Solo, Pengamat: Rentan Dinasti Politik

Suryo menambahkan, setelah proses rekapitulasi suara tingkat kecamatan selesai, tahapan berikutnya adalah rekaputulasi di tingkat kota.

"Mulai tanggal 13 sampai 17 itu rekapitulasi tingkat kota. Setelah itu diumumkan dan ditetapkan," kata dia.

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti mengatakan penetapan pasangan calon terpilih Pilkada Solo 2020 paling lambat lima hari setelah MK menyatakan tidak ada perkara sengketa hasil pemilihan.

"Apa yang menjadi keputusan kami dikirim ke KPU RI dan ketika 3x24 sejak diumumkan tidak ada pengajuan sengketa di PHPU MK maka itu bisa ditetapkan," ungkap dia.

Baca juga: Pilkada Solo 2020, Gibran-Teguh Unggul Telak di Kandang Sendiri

Sementara sampai saat ini hasil perolehan suara dari e-Rekap KPU untuk Kota Solo masih diinput.

Melalui situs website pilkada2020.kpu.go.id, hasil sementara real count pada Jumat (11/12/2020) pukul 01.07 WIB dengan suara masuk 691 dari 1.231 TPS atau 56,13 persen.

Pasangan nomor urut 01 Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa meraih 86,5 persen dengan perolehan 125.471 suara.

Sedangkan pasangan nomor urut 02 Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) meraih 13,5 persen dengan perolehan 19.619 suara.

 

Hasil lengkap Pemilu Bupati/Wali Kota di Provinsi Jawa Tengah dapat dibaca di link ini menggunakan data realcount dan realtime dari KPU



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X