Kompas.com - 10/12/2020, 16:56 WIB
Bupati Magelang Zaenal Arifin saat memimpin rapat memimpin rapat penanganan pengungsi Gunung Merapi di Command Center komplek kantor Pemkab Magelang, Kamis (10/11/2020). Dok Prokompim Kabupaten MagelangBupati Magelang Zaenal Arifin saat memimpin rapat memimpin rapat penanganan pengungsi Gunung Merapi di Command Center komplek kantor Pemkab Magelang, Kamis (10/11/2020).

MAGELANG, KOMPAS.com - Hewan ternak milik pengungsi Gunung Merapi akan diberi tanda atau barcode guna memudahkan identifikasi dan pendataan.

Hewan ternak termasuk prioritas yang harus diselamatkan jika terjadi erupsi Gunung Merapi.

Hal itu dikatakan Bupati Magelang Zaenal Arifin, saat memimpin rapat penanganan pengungsi Gunung Merapi di Command Center komplek kantor Pemkab Magelang, Kamis (10/12/2020).

"Saya sudah berdiskusi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kaitannya dengan digitalisasi. Kalau hewan ternak ini nanti juga akan ada barcodenya, punya siapa, di mana, bagaimana kondisinya, diungsikan di pasar mana juga harus jelas," kata Zaenal.

Baca juga: Pasangan Dokter-Kiai Klaim Unggul di Pilkada Kota Magelang Versi Quick Count

Zaenal berujar, digitalisasi dalam menangani pengungsi dirasa perlu agar pendataan lebih akurat dan cepat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain hewan ternak, kelompok rentan yakni lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan disabilitas juga menjadi perhatian khusus.

"Warga juga harus didata melalui digital, pengungsi dari mana, larinya kemana, kebutuhannya apa. Ini yang mesti harus didorong agar kita bisa menangani kalau terjadi erupsi, lebih maksimal lagi," imbuh Zaenal.

Untuk mendukung itu, pihaknya telah menerapkan aplikasi atau situs "Jannoko" yang diinisiasi Diskominfo Magelang.

Baca juga: Pejabat dan Warga Kota Magelang Diminta Tak Keluar Kota Saat Cuti Bersama Akhir Tahun

Aplikasi ini memuat data pengungsi di Kabupaten Magelang, mulai dari update jumlah pengungsi hingga data kebutuhan mereka.

Zaenal menyatakan, berdasarkan data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, saat ini aktivitas Merapi masih tinggi.

Deformasi yang sebelumnya 3 meter (tahun 2006 sudah meletus), kini per 7 Desember 2020 sudah mencapai 5 meter namun belum meletus.

"Kita memang tidak pernah tau rahasia Tuhan dan Merapi itu, tetapi setidaknya kita sudah mempersiapkan terlebih dahulu. Saya harap zero (0) korban," tegas Zaenal.

Ia mengakui, menghadapi kondisi Merapi di tengah pandemi Covid-19 bukan perkara mudah. Maka perlu sinergi antarsektor dan lintas sektor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X