5 Kisah Petugas, Pasien Covid-19 dan Hak Suaranya Saat Pilkada di Tengah Pandemi

Kompas.com - 10/12/2020, 08:06 WIB
Petugas KPPS didampingi dua saksi dan satu linmas jemput bola menyambangi rumah warga yang terpapar Covid-19 untuk menyalurkan hak pilih di Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIPetugas KPPS didampingi dua saksi dan satu linmas jemput bola menyambangi rumah warga yang terpapar Covid-19 untuk menyalurkan hak pilih di Desa Karanggambas, Kecamatan Padamara, Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (9/12/2020).

KOMPAS.com- Pilkada yang digelar saat pandemi memunculkan konsekuensi.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada Pilkada kali ini petugas pemungutan suara juga bertanggung jawab mengakomodasi suara para pasien Covid-19.

Beragam cara pun dilakukan. Ada petugas yang berkeliling mengenakan Alat Pelindung Diri (APD).

Ada pula pasien Covid-19 yang memberikan suaranya melalui telepon.

Berikut kisah-kisah pencoblosan di tengah pandemi Covid-19:

Baca juga: Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

1. Berikan suara melalui telepon

Dibantu Petugas Medis, Pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram Mencoblos Lewat TelponKOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM Dibantu Petugas Medis, Pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram Mencoblos Lewat Telpon
Di Mataram, pasien Covid-19 menyalurkan hak suaranya melalui sambungan telepon.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lantaran khawatir dengan potensi penyebaran virus, surat suara pun tidak dimungkinkan dibawa masuk ke ruang isolasi.

Hal ini sempat membuat petugas KPU, Bawaslu dan KPPS yang datang ke rumah sakit kebingungan.

"Karena ini pertama kali, kita tadi sempat berdiskusi dengan merumuskan bagaimana cara yang bagus," tutur Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Kota Mataram, Syaifuddin.

Sejak awal juga disepakati bahwa petugas tidak masuk ke ruangan isolasi.

Pemungutan suara akhirnya dilakukan melalui sambungan telepon, dibantu petugas medis serta dipantau langsung oleh petugas KPU, Bawaslu dan KPPS.

Petugas medis ber-APD masuk ke ruang pasien untuk menanyakan pilihan calon wali kota menggunakan telepon yang tersambung ke petugas KPU.

"Tadi pakai telepon dari petugas pendamping. Dari petugas pendamping itu yang membantu mencoblos dengan disaksikan pengawas dan saksi," tutur Syaifuddin.

Adapun dari tujuh pasien yang memiliki hak suara, sebanyak enam orang menggunakan hak suaranya sedangkan satu orang menolak menggunakan hak suara.

Baca juga: Takut Tertular, Petugas KPU Akhirnya Minta Pasien Covid-19 Ikut Pilkada via Telepon, Ini Ceritanya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X