Kompas.com - 08/12/2020, 18:34 WIB
Ladang ganja yang ditemukan di Tor Sipira Manuk, Desa Pardomuan Huta Tua, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Senin (7/12/2020). Tanaman ganja tersebut sedikitnya berjumlah 17.500 batang yang ditanam di lahan seluas 5 hektare. handoutLadang ganja yang ditemukan di Tor Sipira Manuk, Desa Pardomuan Huta Tua, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Senin (7/12/2020). Tanaman ganja tersebut sedikitnya berjumlah 17.500 batang yang ditanam di lahan seluas 5 hektare.

MANDAILING NATAL, KOMPAS.com - Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menemukan sekitar 17.500 batang ganja.

Ladang ganja itu ditemukan di Tor (Bukit) Sipira Manuk, Desa Pardomuan Huta Tua, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Senin (7/12/2020).

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Robert Dacosta mengatakan, bersama tim dari Ditpidnarkoba Bareskrim Polri yang dipimpin Brigadir Jenderal Polisi Krisno Siregar, mereka berhasil menemukan lima hektare lahan yang ditanami ganja di  areal perbukitan di Kabupaten Madina.

Baca juga: Ladang Ganja Seluas 500 Meter Persegi Ditemukan di Empat Lawang

"Luas lahan yang ditanami ganja sekitar 5 hektare di areal perbukitan, dengan jumlah tanaman ganja sebanyak 17.500 batang, dengan ketinggian tanaman dari 30 sentimeter hingga 3 meter," ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Robert Dacosta kepada Kompas.com, Selasa (8/12/2020).

Robert mengatakan, penemuan ladang ganja tersebut merupakan pengembangan dari pengungkapan kasus yang lebih dulu ditangani Bareskrim Polri.

"Ini hasil analisis kasus yang sebelumnya sudah diungkap Bareskrim Polri. Kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil menemukan ladang ganja beserta pemilik dan sindikatnya," ucap Robert.

Baca juga: Benarkah Ganja Baik untuk Kesehatan Mental?

Robert menjelaskan, awalnya tiga orang yang diduga kuat sebagai pemilik lahan dan sindikat peredaran narkoba antar-provinsi berhasil ditangkap.

Ketiganya yakni M (43) yang berperan sebagai pemilik lahan, pengepul dan pengendali peredaran ganja.

Kemudian AR (38), berperan sebagai pengatur keuangan dan CR (29) berperan sebagai kurir sekaligus tukang angkut ganja.

"Ketiganya sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Robert.

Robert menceritakan, untuk mencapai ladang ganja, tim harus berjalan kaki lebih kurang selama 3,5 jam.

"Jarak dari Desa Huta Tua ke lokasi ladang ganja ditempuh selama 3,5 jam," ujar Robert.

Setelah menemukan ladang ganja, mereka langsung mencabuti pohon-pohon ganja yang sebagian sudah tinggi dan siap untuk dipanen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X