Kompas.com - 08/12/2020, 10:04 WIB
Laboratorium Biologi Molekuler RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. KOMPAS.COM/DOK RSUD MARGONO SOEKARJOLaboratorium Biologi Molekuler RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Antrean swab test (tes usap) pada sejumlah laboratorium di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membeludak.

Kondisi tersebut mengakibatkan waktu tunggu hasil tes usap menjadi lebih lama.

Bahkan harus menunggu hingga lebih dari sepekan.

Bupati Banyumas Achmad Husein mengungkapkan, beberapa hari lalu antrean tes usap di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto mencapai 5.000 spesimen.

"Kebanyakan dari luar daerah itu. Kapasitas di Margono bisa 1.500 per hari, tapi yang datang itu enggak hanya Banyumas, dari berbagai daerah," kata Husein kepada wartawan, Selasa (8/12/2020).

Baca juga: Banyumas Zona Merah, Bupati Husein Enggan Terapkan PSBB

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, selama ini Pemkab sangat mengandalkan laboratorium rumah sakit milik Pemprov Jateng ini.

Di Banyumas, kata Husein, sebenarnya terdapat beberapa laboratorium untuk uji swab di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan RS Wijayakusuma Purwokerto.

"Kita bertumpu ke Margono. Unsoed kapasitasnya hanya 100 per hari, RS Wijayakusuma juga 100, tapi lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan internal," ujar Husein.

Baca juga: Ganjar: Kalau Ada Korupsi Bansos di Jateng, Laporkan ke Saya Langsung

Untuk itu, Husein telah meminta RSUD Banyumas untuk membangun laboratorium.

"Kita bangun baru di RSUD Banyumas, nanti mulai beroperasi tanggal 20 Desember. Kapasitas per hari sekitar 300," kata Husein.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.