4 Fakta Banjir di Aceh Utara, Satu Korban Tewas dan Ribuan Warga Mengungsi

Kompas.com - 07/12/2020, 16:18 WIB
Warga melintas di lokasi banjir depan kantor Polsek Matangkuli, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Minggu (6/12/2020) KOMPAS.com/MASRIADI Warga melintas di lokasi banjir depan kantor Polsek Matangkuli, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Minggu (6/12/2020)

KOMPAS.com - Bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Aceh Utara, Minggu (6/12/2020).

Seorang santri di Pesantren Madinatuddiniyah Babul Huda, Desa Meunasah Tutong, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, tewas terseret banjir.

Selain itu, ratusan trafo milik Perusahaan Listrik Negara ( PLN) terpaksa dipadamkan.

Tak hanya itu, aktivitas pemerintahan pun lumpuh total. Setidaknya, delapan kantor pemerintah di Lhoksukon, termasuk kantor BPBD Aceh Utara, terendam banjir setinggi satu setengah meter.

Berikut ini faktanya:

1. Santri tewas terseret banjir

Ilustrasi jenazahKompas.com Ilustrasi jenazah

Menurut keterangan Komandam Kodim 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Krisyanto, jenazah santri tersebut ditemukan di belakang gedung SMAN Unggul Lhoksukon.

Korban, menurut Oke, diketahui sempat terseret bersama rekan-rekannya.

Santri lainnya berhasil selamat, sedangkan korban yang bernama Mawaris dilaporkan hilang terseret arus banjir.

“Jenazahnya sudah diserahkan ke keluarga dan dimakamkan. Sejauh ini sudah dua warga meninggal dunia karena terseret banjir, sebelumnya satu warga dari Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara,” pungkas Oke.

Baca juga: Banjir Makin Meluas Aceh Utara, 330 Trafo PLN Dipadamkan

2. Ribuan warga mengungsi

Kepala BPBD Aceh Utara melintas di lokasi banjir depan kantornya  di Kompleks Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, hari ini, Senin (7/12/2020)BPBD Aceh Utara Kepala BPBD Aceh Utara melintas di lokasi banjir depan kantornya di Kompleks Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, hari ini, Senin (7/12/2020)

Seperti diberitakan sebelumnya, banjir bandang melanda sejumlah tempat. Banjir di Lhoksukon mencapai ketinggian sekitar 1 meter.

Akibatnya, ribuan warga dilaporkan terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Ribuan orang mengungsi hingga hari ini,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Kabupaten Aceh Utara, Andre Prayudha.

Baca juga: Dampak Banjir Aceh Utara, Aktivitas Kantor Pemerintah Lumpuh Total

3. Roda pemerintahan lumpuh total

TNI Angkatan Laut mengevakuasi warga korban banjir di Keude Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Senin (7/12/2020)KOMPAS.com/MASRIADI TNI Angkatan Laut mengevakuasi warga korban banjir di Keude Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Senin (7/12/2020)

Dari laporan sementara, delapan kantor pemerintahan di Lhoksukon terendam banjir.

Hal itu membuat aktivitas kantor tak bisa berjalan alias lumpuh total.

Kondisi itu juga menimpa Kantor BPBD Aceh Utara. Namun, Andre memastikan, proses penanganan bencana banjir terus dilakukan.

“Termasuk kantor camat dan lain sebagainya. Namun, kami pastikan proses penanganan banjir berjalan. Karena sebagian kantor pemerintah masih di Lhokseumawe,” kata Andre.

Baca juga: Tinjau Lokasi Banjir Medan, Menteri PUPR Akan Tinggikan Tebing Sungai, Selesai dalam 3 Pekan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X