Perjuangan Dokter Sriyanto Sembuh Lawan Covid-19, Tak Bisa Menelan dan Batuk Susah Berhenti (2)

Kompas.com - 07/12/2020, 16:09 WIB
Dokter ahli bedah, dr. Sriyanto, SpB saat masih dirawat di RSUD dr. Moewardi. KOMPAS.COM/dokumentasi dr. Sriyanto, SpBDokter ahli bedah, dr. Sriyanto, SpB saat masih dirawat di RSUD dr. Moewardi.

Dia pun bersyukur lantaran anaknya semata wayang yang dirawat di rumah sakit tidak mengalami aneka sakit yang dirasakannya.

Kondisi anaknya yang masih berumur remaja sekitar 17 tahun membuat anaknya hanya mengalami gejala ringan saja.

“Sebelumnya saya sudah sakit diabetes melitus (DM) selama dua tahun. Selain itu bisa jadi virus di tubuh saya lebih banyak karena setiap hari saya di rumah sakit,” ungkap Sriyanto.

Saat ini, kondisi Sriyanto sudah membaik dan sedang masa pemulihan. Begitu pula dengan anak semata wayang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Baca juga: Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Namun, sedihnya kondisi ayah mertua tak dapat tertolong. Almarhum meninggal Sabtu (21/11/2020) lalu dan dimakamkan secara protokol kesehatan covid-19.

Saat mendengar kabar duka itu, Sriyanto masih berada di ruang isolasi. Saat itu sepertinya semua kesusahan melanda hidupnya.

Serentetan kesusahan dialaminya mulai demam tinggi, tak bisa menelan makanan, demam tinggi, batuk parah, anak diisolasi dan akhirnya mertua meninggal.

Meski didera masalah bertubi-tubi, Sriyanto berusaha tegar dan tidak mau menyerah. Tak mau larut, dia bangkit dan akhirnya sembuh dari penyakit ini.

“Tekad itu saya tanamkan kuat dalam hati karena saya masih ingin hidup untuk menambah amal shalih. Bekal saya belum cukup untuk pulang ke negeri keabadian,” ujar Sriyanto.

Terhadap peristiwa itu, Sriyanto mendapatkan pelajaran berharga bagi hidupnya. Meski kondisi kritis, semuanya tetap harus dipercayakan pengobatan kepada medis.

Baca juga: Bayi Lahir dengan Antibodi Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Apalagi obat medis sudah teruji. Sedangkan pengobatan alternatif baru sebatas coba-coba.

Selain itu doa doa yang tulus serta perhatian dari orang sekeliling sangat membantu percepatan pengobatan.

Untuk itu jangan pernah lelah memberikan perhatian dan doa untuk mereka yang sedang sakit.

“Sungguh pelukan doa dari orang-orang terkasih begitu berharga,” ungkap Sriyanto.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X