Kasus Covid-19 Melonjak, Jam Malam Kembali Berlaku di Tasikmalaya, Pasien RS Sampai Antre

Kompas.com - 07/12/2020, 14:41 WIB
Pembatasan jam malam wilayah perkotaan Tasikmalaya akibat terus melonjaknya kasus Covid-19 akan mulai diberlakukan lagi sejak hari ini Senin (7/12/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPembatasan jam malam wilayah perkotaan Tasikmalaya akibat terus melonjaknya kasus Covid-19 akan mulai diberlakukan lagi sejak hari ini Senin (7/12/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan memberlakukan kembali pembatasan jam malam pasca-melonjaknya kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir mulai malam ini, Senin (7/12/2020).

Upaya ini dinilai efektif menekan penyebaran serta akan meminimalisasi jumlah kerumunan yang kerap terjadi di wilayah perkotaan.

"Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan satgas, ada Kapolres, Danramil, Plt Wali Kota. Hasil evaluasi kita, perkembangan Covid-19 hari ini memprihatinkan. Sehingga mau tak mau sekarang ini kita melakukan pembatasan. Jam operasional kita batasi sampai jam 9 malam dan mulai berlaku hari ini," jelas Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan, kepada wartawan, Senin siang.

Baca juga: Muncul Klaster Tempat Senam di Tasikmalaya, 40 Orang Dites Swab

Ivan berharap keputusan bersama demi menyelamatkan masyarakat ini bisa dipahami semua pihak termasuk para pelaku usaha di wilayahnya.

Langkah ini akan berhasil jika didukung oleh semua pihak  seperti pelaksanaan PSBB dan jam malam sebelumnya yang telah sukses menekan laju penyebaran Covid-19.

"Sebenarnya sederhana, ketika masyarakat disiplin protokol kesehatan (prokes), 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak), Insyaallah kita bisa menekan. Cuma kadang kita lalai," tambah Ivan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pihaknya pun telah melakukan pembubaran paksa setiap acara yang menimbulkan kerumunan.).

Baca juga: Jalani Rapid Test Wajib, 40 Anggota Bawaslu Kabupaten Tasikmalaya Reaktif Covid-19

Semua petugas gugus tugas kota dan tiap kecamatan terus berpatroli untuk menindak tegas masyarakat dan semua pihak yang lalai menerapkan protokol kesehatan.

"Bidang operasi akan diperkuat untuk edukasi masyarakat dan melakukan upaya lebih tegas. Jadi kalau ada satu kegiatan yang tak memenuhi protokol kesehatan, sudah bisa dibubarkan sekarang," ujar dia.

 

RS antre, ruang isolasi penuh

Apalagi selama ini, lanjut Ivan, semua tempat karantina atau isolasi sudah penuh.

Bahkan, di beberapa rumah sakit ada pasien terkonfirmasi corona harus rela antri menunggu ruang isolasi yang kosong.

"Iah, pasien positif sudah antri sekarang saking membludaknya. Kemarin ada yang meninggal, baru pasien bisa masuk ruang isolasi. Kita sedang dalam kondisi memprihatinkan," ungkapnya.

Pembatasan jam malam akan diuji coba mulai dua pekan ke depan mulai hari ini.

Setelah pukul 21.00 WIB, kata Ivan, tidak boleh ada kegiatan apapun di wilayah Kota Tasikmalaya dan diminta masyarakat berdiam diri di rumahnya masing-masing.

"Mulai hari ini sampai kita lihat dua minggu. Karena sekarang ruang karantina sudah penuh. Sisanya harus karantina mandiri di rumah. Kalau tak disiplin bisa terpapar keluarganya. Jadi klaster keluarga. Itu yang kita khawatirkan," pungkasnya.

Sampai Senin (7/12/2020), tercatat jumlah keseluruhan kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya mencapai 1074, pasien sembuh 453, dirawat 592 dan 29 pasien meninggal. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.