Kompas.com - 07/12/2020, 14:20 WIB

JEMBER, KOMPAS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember melaporkan kepala Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Senin (7/12/2020).

Alasannya, Kades tersebut tidak memberikan fasilitas pada penyelenggara pemilu di kantor desa, seperti kantor dan personel sekretariat.

Padahal, berdasarkan Pasal 434 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pemerintah daerah melalui desa punya kewajiban untuk menfasilitasi penyelenggaran pemilu di tingkat kecamatan dan desa.

Kewajiban penyediaan fasilitas tersebut mulai dari personel sekretariat hingga sarana ruangan Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Namun, sarana itu tidak diberikan oleh kepala desa.

Baca juga: Atap Gedung SDN di Jember Ambruk, 20 Tahun Tak Pernah Direnovasi, Usul Pebaikan Tak Ditanggapi

“Kami meneruskan laporan dari teman-teman PPK dan PPS Kecamatan Wuluhan,” kata Anggota Komisioner KPU Jember Desi Anggraeni, kepada Kompas.com, di Bawaslu Jember, Senin.

Menurut dia, sudah sekitar satu bulan petugas PPS bekerja tidak di kantor desa.

Sebab, fasilitas kantor atau sekretariat tidak disediakan oleh pihak desa. Bahkan personel sekretariat juga ditarik oleh pihak desa.

“Tidak tahu alasannya apa,” ujar dia.

Pihak KPU Jember sudah pernah melakukan supervisi dan mediasi bersama pihak polsek maupun camat.

Namun, tidak menemukan titik temu. Selain itu, Pihak PPS juga sudah berupaya menghadap kepala desa, namun tidak dapat ditemui.

Akhirnya, kegiatan penyelenggara pemilu di tingkat PPS dan PPK terganggu. Mereka bekerja berpindah-pindah di rumah masing-masing anggota PPS.

 

“Secara mendasar, PPS harus punya sekretariat di kantor desa, sifatnya wajib,” terang dia.

Dampaknya, lanjut dia, tahapan pemilu seperti rapat pleno, kegiatan penyususunan DPT tidak dilakukan di kantor desa.

“Itu kalau dilakukan di luar sekretariat, kurang memadai,” ujar dia.

Karena itulah, KPU melaporkan Kades karena tidak memfasilitasi petugas penyelenggara pemilu di tingkat desa.

Hal itu dikhawatirkan bisa menghambat kelancaran proses pemilu di tingkat desa.

“Karena menghambat kelancaran, sama dengan bisa-bisa nanti menggagalkan pemilu di desa,” ucap dia.

Baca juga: Ngantuk Berat, Bupati Probolinggo Ternyata Positif Covid-19

Sementara itu, Ketua Komisioner Bawaslu Jember Imam Thobrony Pusaka mengaku pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

“KPU sudah memasukkan laporan resmi, terkait penghalangan petugas PPS di Kecamatan Wuluhan,” tutur dia.

Pihaknya akan melakukan kajian terkait laporan tersebut kemudian dilakukan pleno oleh anggota komisioner.

“Kami akan langsung rapatkan dengan lima komisioner,” ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.