Dua Harimau Sumatera Masuk Perangkap BKSDA di Solok, Hampir Dibunuh Warga

Kompas.com - 07/12/2020, 13:12 WIB
Dua ekor harimau sumatera masuk perangkap BKSDA di Solok, Sumatera Barat Foto: BKSDADua ekor harimau sumatera masuk perangkap BKSDA di Solok, Sumatera Barat

PADANG, KOMPAS.com - Dua ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang masuk perangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) hampir saja dibunuh masyarakat.

Beruntung petugas BKSDA Sumbar dapat menenangkan warga dan memberi edukasi bahwa harimau tersebut dilindungi negara dan bagi yang membunuhnya bisa dipidana.

"Betul ada yang berniat mau membunuh harimau itu. Ada pro dan kontra, namun akhirnya masyarakat bisa paham setelah diedukasi petugas," kata Kepala BKSDA Kabupaten Solok, Afrilius yang dihubungi Kompas.com, Senin (7/12/2020).

Baca juga: Dua Ekor Harimau Sumatera Masuk Perangkap BKSDA di Solok

Dilindungi negara

Afrilius mengatakan Harimau Sumatera merupakan satwa langka yang dilindungi negara.

Menurut Undang-Undang (UU) No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem pasal 21 ayat 2 disebutkan bahwa “Setiap orang dilarang untuk  menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup”.

"Barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap UU tersebut akan dipidana penjara paling lama 5  tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta," jelas Afrilius.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya diberitakan, dua ekor Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) berhasil masuk perangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Danau Kembar, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Baca juga: Video Viral Seekor Harimau Berjalan di Pinggir Jalan, Ternyata Mangsa Ternak dan Anjing

Dua ekor masuk perangkap

Harimau pertama masuk perangkap, Minggu (6/12/2020) dan Senin (7/12/2020) ini masuk satu ekor lagi.

"Sudah dua ekor yang masuk perangkap. Kemarin dan hari ini," kata Kepala BKSDA Kabupaten Solok, Afrilius yang dihubungi Kompas.com, Senin.

Afrilius mengatakan untuk harimau yang masuk perangkap kemarin berjenis kelamin betina.

"Sedangkan yang masuk hari ini sedang kita identifikasi," kata Afrilius.

Afrilius mengatakan untuk dua harimau itu dipasang umpan berupa ayam dan anjing.

Saat ini, kata Afrilius, pihaknya masih memasang perangkap karena diperkirakan masih ada harimau yang berkeliaran.

"Dari jejak yang kita temukan ada banyak. Maklum itu adalah daerah perbatasan sehingga jadi perlintasan harimau itu," jelas Afrilius.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X