Kompas.com - 06/12/2020, 19:10 WIB
Ilustrasi font kampanye politik StunningArtIlustrasi font kampanye politik

PALEMBANG, KOMPAS.com - Para peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tujuh Kabupaten wilayah Sumatera Selatan diminta tak lagi melakukan kampanye pada masa tenang.

Bahkan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengancam akan memberikan sanksi pidana kepada peserta pilkada yang kedapatan tetap menggelar kampanye.

Ketua KPU Sumatera Selatan Kelly Mariana mengatakan, proses tahapan kampanye telah berlangsung selama tiga bulan.

Sejak itu, seluruh peserta pilkada diperbolehkan melakukan sosialisasi atau menyampaikan program mereka ke masyarakat, baik di media massa, media sosial (Medsos) dan secara langsung.

Namun, setelah masa kampanye berakhir seluruh aktivitas itu wajib dihentikan.

"Termasuk akun kampanye di media sosial juga diminta ditutup, karena sekarang sudah masuk masa tenang sampai hari pencoblosan," kata Kelly, Minggu (6/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bawaslu Minta Pemkab Semarang Tak Salurkan Bansos Selama Masa Tenang Pilkada

Kelly menjelaskan, KPU dan Bawaslu saat ini tetap melakukan pemantauan terhadap seluruh peserta pilkada untuk mengantisipasi adanya kampanye hitam.

Termasuk money politics menjelang hari pencoblosan.

"Kampanye dimasa tenang dan kedapatan melakukan money politik sanksinya adalah pidana, aturan sudah jelas,"ujarnya.

Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Sumsel, Junaidi juga menyampaikan hal yang serupa.

Menurut Junaidi, adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak netral, kampanye diluar jadwal merupakan pelanggaran yana berujung pidana.

"Selama masa kampanye, petahana yang kembali menjabat sebagai Bupati kembali beraktivitas seperti biasa. Ini yang ditakutkan adanya penyalahgunaan jabatan," jelas Junaidi.

Baca juga: Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Selain itu, Junaidi mengimbau agar seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) masing-masing calon diturunkan karena telah memasuki masa tenang.

"Kalau tidak diturunkan, kami yang akan menurunkan karena sekarang sudah masa tenang. Tim khusus juga sudah disiapkan untuk mengawasi para peserta Pilkada agar tidak melakukan pelanggaran,"ungkapnya.

Untuk diketahui,  tujuh Kabupaten di Sumsel akan melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.

Adapun Kabupaten tersebut  yakni , Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, OKU Selatan, OKU, Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas, dan Musi Rawas Utara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.