Fakta Terkini Banjir Bandang di Medan, Peringatan BMKG hingga Penyisiran Korban Hilang

Kompas.com - 06/12/2020, 11:46 WIB
Seseorabg berjalan di tengah banjir dan lumpur di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020). KOMPAS.COM/DEWANTOROSeseorabg berjalan di tengah banjir dan lumpur di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020).

KOMPAS.com - Banjir bandang melanda Kota Medan dan sekitarnya dalam tiga hari terakhir.

Menurut laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara masih akan terjadi dalam dua hari ke depan.

Sementara itu, Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran korban hilang akibat banjir di sejumlah titik.

Banjir di Kota Medan terjadi setelah Sungai Deli meluap dan menggenangi ratusan rumah warga.

Baca juga: Cerita Duka Banjir Medan, Korban Mengaku Tak Bisa Berenang dan Takut Tenggelam

Berikut ini fakta lengkapnya:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Potensi banjir dan tanah longsor

Posisi mobil milik Defri Solihin tersangkut di pagar. Pohon rambutan menghalanginya saat terjadi banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020).KOMPAS.COM/DEWANTORO Posisi mobil milik Defri Solihin tersangkut di pagar. Pohon rambutan menghalanginya saat terjadi banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020).

Dilansir dari Antara, prakirawan cuaca di Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I-Medan Utami Al Khairiyah menjelaskan, siklon tropis di lapisan atmosfer wilayah Sri Lanka kini telah berubah menjadi tekanan rendah di Teluk Benggala.

Kondisi tersebut, menurutnya, akan berpotensi mendatangkan hujan ke wilayah Sumatera Utara.

Wilayah yang diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan disertai petir dan angin kencang adalah kawasan pantai timur, lereng pegunungan, lereng barat, dan pantai barat Sumatera Utara.

"Bila hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang di hulu DAS (daerah aliran sungai) dan berlangsung lama, maka pasti wilayah hulu sungai di pesisir baik barat maupun timur Sumut seperti Medan akan banjir," katanya.

Baca juga: BPBD Sumut akan Cari Korban Hilang Banjir di Medan Selama 7 Hari

2. Sebanyak lima orang tewas

Sejumlah warga mengevakuasi kendaraan yang terendam banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam.hingga Jumat dini hari (4/12/2020).KOMPAS.COM/DEWANTORO Sejumlah warga mengevakuasi kendaraan yang terendam banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam.hingga Jumat dini hari (4/12/2020).

Setelah mendapat laporan ada warga yang hilang terseret banjir, Tim SAR gabungan di Kota Medan segera melakukan penyisiran.

Menurut Humas Kantor SAR Medan Sariman Sitorus, ada 5 orang yang telah ditemukan tewas saat banjir melanda perumahan De Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Jumat (4/12/2020).

Sariman mengatakan, saat ini tim masih melakukan pencarian terhadap 1 orang lagi yang masih dinyatakan hilang.

"Korban yang meninggal dunia ada lima di antaranya satu anak-anak, 3 perempuan dan 1 pria," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (4/12/2020 sore.

 

3. Penyisiran korban hilang

Sementara itu, penyisiran terhadap satu korban hilang masih dilakukan. Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Utara (BPBD Provinsi Sumut) Riadil Akhir Lubis, pencarian akan dilakukan selama 7 hari. 

"Sampai kita dapatkan satu lagi. SOP-nya itu 7 hari. Kalau 7 hari tidak dapat, dinyatakan hilang," katanya.

"Saat ini ada 1 korban di rumah sakit, dirawat. Pengungsi, sebagian besar di Balai Desa Tanjung Selamat dan sebagian di Arhanud," tambahnya. 

Baca juga: BPBD Sumut akan Cari Korban Hilang Banjir di Medan Selama 7 Hari

4. Identitas korban tewas

Menurut keterangan Kepala Desa Tanjung Selamat Nuraidi, sudah ada empat korban tewas yang berhasil diidentifikasi.

Mereka adalah kakak beradik Juwita Simanjuntak (29), Arista Simanjuntak (24), Nur Fitri (24) dan satu laki-laki Satria Eka Winarya (18).

Nuraidi menyebutkan bahwa Juwita dan Arista merupakan kakak beradik satu rumah.

"Informasi nya mereka seperti itu (kakak beradik), karena mereka satu rumah dan anak kecil 3 tahun yang dibawa mereka. Kemungkinan anak Juwita karena itu yang sudah menikah yang lain masih gadis," tuturnya saat dikonfirmasi tribunmedan.id, Sabtu (5/12/2020).

(Penulis: Kontributor Medan, Dewantoro | Editor : Farid Assifa, Aprillia Ika)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul: Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Banjir Tanjung Selamat yang Masih Hilang, Berikut Identitasnya



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X