Kompas.com - 06/12/2020, 06:07 WIB
Sejumlah warga dievakuasi oleh personil Brimob Polda Sumut bersama warga lainnya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Jumat (4/12/2020). Banjir di Sungai Deli membuat ribuan rumah terendam banjir. IstimewaSejumlah warga dievakuasi oleh personil Brimob Polda Sumut bersama warga lainnya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Jumat (4/12/2020). Banjir di Sungai Deli membuat ribuan rumah terendam banjir.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara pada Kamis (3/12/2020) malam.

Hingga Sabtu (5/12/2020) data BNPB mencatat ada lima orang yang meninggal dunia, dua orang hilang dan 2.249 KK atau 12.782 jiwa yang terdampak.

Sementara itu BPBD setempat bersama tim gabungan sudah mengevakusi 181 jiwa, di antara 67 jiwa adalah anak-anak dan 26 jiwa adalah lansia.

Selain itu, pada Kamis malam setidaknya 1.493 rumah dan masjid yang terendam. Serta 69 hektar lahan pertanian yang ikut terendam banjir.

Baca juga: Cerita Saksi Dahsyatnya Banjir Medan: Awalnya Gerimis, dalam 15 Menit Banjir Sudah 2 Meter

Sejumlah warga dievakuasi oleh personil Brimob Polda Sumut bersama warga lainnya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Jumat (4/12/2020). Banjir di Sungai Deli membuat ribuan rumah terendam banjir.Istimewa Sejumlah warga dievakuasi oleh personil Brimob Polda Sumut bersama warga lainnya di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada Jumat (4/12/2020). Banjir di Sungai Deli membuat ribuan rumah terendam banjir.
Banjir bandang di sejumlah wilayah di Medan tersebut dipicu oleh hujan deras pada Kamis (3/12/2020) malam hingga Jumat (4/12/2020) dini hari.

Setidaknya ada empat kecamatan yang terdampak banjir yakni Kecamatan Medan Johor, Kecamatan Medan Maimun, Kecamatan Medan Sunggal dan Kecamatan Medan Tuntungan.

Hingga Sabtu (5/12/2020) air dan lumpur masih menggenang di beberapa titik dengan ketinggian 30 cm.

Pembicaraan banjir bandang di Medan pun ramai dibicarakan para warganet di media sosial Twitter.

Tagar #prayformedan ramai digaungkan netizen dengan pembicaraan lebih dari 3.269 kali.

Sejumlah warganet menyampaikan keprihatinannya terhadap banjir di sejumlah wilayah di Kota Medan tersebut.

Baca juga: Kata Gubernur Sumut di Lokasi Banjir Medan: Kita Ganggu Alam, Alam akan Ganggu Kita...

15 menit, banjir sudah 2 meter

Posisi mobil milik Defri Solihin tersangkut di pagar. Pohon rambutan menghalanginya saat terjadi banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020).KOMPAS.COM/DEWANTORO Posisi mobil milik Defri Solihin tersangkut di pagar. Pohon rambutan menghalanginya saat terjadi banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020).
Salah satu wilayah terparah saat banjir di Medan adalah Perumahan De Flamboyan, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.

Beberapa rumah terendam lumpur dan sebuah mobil tersangkut di pagar beton rumah.

Pemilik mobil, Defri Solihin bercerita pada malam kejadian hujan yang turun tidak begitu deras. Jika pun banjir akibat hujan deras, biasanya ketinggian air di depan rumahnya hanya semata kaki.

Namun malam itu semuanya terjadi dengan cepat. Hanya dalam 15 menit, air sudah naik hingga 2 meter.

Defri sempat menyelamatkan barang berharga di lantai satu. Namun karena air sangat deras, Defri dan keluarganya memilih menyelamatkan diri ke lantai dua rumahnya.

Dari lantai dua rumahnya, Defri melihat banjir yang semakin tinggi megangkat mobil hingga mengapung dan berputar di sekitar garasi rumahnya.

"Untung ada pohon rambutan ini, kalau tidak, pasti sudah terbawa hanyut, karena mobil ini sudah diangkatnya. Dan setelah surut ternyata bagian belakangnya nyangkut di situ," ungkapnya.

Baca juga: Banjir di Medan, Jamot Gendong 2 Anak dan Lewati Banjir Setinggi Dada: Saya Terjang Pintunya...

Seseorabg berjalan di tengah banjir dan lumpur di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020).KOMPAS.COM/DEWANTORO Seseorabg berjalan di tengah banjir dan lumpur di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020).
Sementara itu Jamot Shite (37) warga De Flamboyan berhasil melewari banjir setinggi dada sambil menggendong bayinya yang berusia 3 bulan.

Bayi tersebut ia letakkan di rumah kosong yang berjarak 100 meter dari rumahnya.

Ia lalu kembali untuk menyusul dan mengevakusi anaknya yang berusia 7 tahun serta istri dan mertuanya yang berusia 57 tahun.

"Kebetulan rumah ini kosong, saya terjang saja pintunya. Saya letak anak saya di situ lalu kembali ke rumah lagi mengambil anak paling besar saya yang umurnya 7 tahun, kubawa ke sini. Saya tak menyangka ternyata banjir sampai tingginya hampir ke atap rumah," katanya.

Baca juga: Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Korban diungsikan

Jamot Sihite membersihkan becak motornya yang sempat terbawa banjir besar di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020).KOMPAS.COM/DEWANTORO Jamot Sihite membersihkan becak motornya yang sempat terbawa banjir besar di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4/12/2020).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara, Riadhil Akhir Lubis mengatakan ada 5 korban banjir yang ditemukan meninggal dunia.

Saat ini pihaknya mencari korban banjir yang hilang hingga tujuh hari ke depan.

"Basarnas sudah bekerja sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB setiap hari, sampai kita dapatkan 1 lagi. SOP-nya itu 7 hari. Kalaui tidak dapat, dinyatakan hilang. Dan ada 1 lagi di rumah sakit sedang dirawat," katanya.

Ia mengatakan saat ini warga yang menjadi korban banjir diungsikan di Balai Desa Tanjung Selamat dan sebagian lagi di Arhanud.

Baca juga: Tagar #prayformedan Trending, Bagaimana Perkembangan Banjir di Medan?

Menurutnya, semua kebutuhan logistik kepada pengungsi dipenuhi.

"Di sini, ada 343 orang. Ditempatkan di Balai Desa Tanjung Selamat dan Arhanud," katanya.

Sebagai upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, ratusan pengungsi korban banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan menjalani tes usap/swab pada Sabtu (5/12/2020).

Kegiatan tes usap itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 khususnya di lokasi pengungsian.

Baca juga: Parahnya Banjir di Medan, Mobil Terbawa Air dan Tersangkut di Pagar

Lakukan normalisasi sungai

Sejumlah anggota TNI membantu membersihkan sisa-sisa banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat (4/12/2020) dini hari.KOMPAS.COM/DEWANTORO Sejumlah anggota TNI membantu membersihkan sisa-sisa banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam hingga Jumat (4/12/2020) dini hari.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi yang mengunjungi lokasi banjir mengatakan, sembari meunggu air surut, pihaknya akan melakukan normalisasi Sungai Belawan yang selama ini dangkal.

Edy Rahmayadi juga menyebut, daerah aliran sungai (DAS) harus dikembalikan kepada fungsinya

Selain itu pihaknya akan mengevaluasi exact location sungai yang melengkung di lokasi tersebut.

Baca juga: Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

"Kenapa, sungai ini kalau kita lihat di Google Map, ada sungai yang melengkung. Itu yang dimatikan sehingga air itu bertumpu ke arahnya Sungai Belawan ini sehingga tampungan air tidak mampu," katanya.

Ia mengatakan setiap 2 tahun terjadi banjir namun tidak seperti sekarang ini yang masuk ke perumahan.

Pihaknya akan melakukan pengawasan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Kementrian PUPR.

Baca juga: Banjir di Perumahan De Flamboyan Medan, 5 Orang Ditemukan Meninggal

Sejumlah warga mengevakuasi kendaraan yang terendam banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam.hingga Jumat dini hari (4/12/2020).KOMPAS.COM/DEWANTORO Sejumlah warga mengevakuasi kendaraan yang terendam banjir di perumahan De Flamboyan di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan pada Kamis malam.hingga Jumat dini hari (4/12/2020).
"Kita tidak bisa hanya seperti pemadam kebakaran. Tapi solusi ke depan air ini tidak menyulitkan masyarakat yang tinggal di sini. Akan kita evaluasi, kenapa kok bisa seperti ini melalui investigasi, kita akan cari siapa yang bertanggung jawab," katanya.

Edy menambahkan, saat ini ada 5 sungai yang melintasi Kota Medan, yakni Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Mencirim, Sungai Sikambing, dan Sungai Belawan.

Karena itu harus dipastikan bendungan dalam keadaan bagus.

Sungai, kata dia, fungsinya untuk menyejahterakan masyarakat dan tidak boleh salah menanganinya.

"Selama bendungan bagus, daerah aliran sungai (DAS) tak diganggu, dia tetap mengikuti aturan dan akan kita disiplinkan. Kalau salah menanganinya, kita mengganggu alam, alam akan mengganggu kita. Ini prinsipnya. Harus dikembalikan fungsi sungai," katanya.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Nur Rohmi Aida, Dewantoro | Editor: Sari Hardiyanto, Aprillia Ika)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X