[POPULER NUSANTARA] Bermula 8 Siswa Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19 | Fakta Baru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab

Kompas.com - 06/12/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi siswa dalam kelas menggunakan masker. DOK. PIXABAYIlustrasi siswa dalam kelas menggunakan masker.

KOMPAS.com- Di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Jateng, sebanyak 179 siswa terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu diketahui setelah ada delapan siswa yang mengalami batuk hingga demam.

Sedangkan di Pamekasan, Jawa Timur, pengepungan rumah Mahfud MD oleh massa dianggap hanya inisiatif dari sekelompok orang.

Oleh sebab itu korlap aksi unjuk rasa di Polres Pamekasan sebelum penggerudukan itu terjadi tak mau bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Berikut lima berita populer nusantara yang menjadi fokus perhatian pembaca Kompas.com:

Baca juga: Pengakuan Sahrul, Kapten Kapal Karam: Kami Terkatung-katung 12 Jam di Laut

1. 8 siswa batuk, terbongkar 179 siswa positif Covid-19

Ilustrasi corona virus (Covid-19)shutterstock Ilustrasi corona virus (Covid-19)
Dinas Kesehatan Jawa Tengah melakukan tes swab ke sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang baru saja melakukan uji coba pembelajaran tatap muka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasilnya, sebanyak 179 orang siswa terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu mulanya diketahui dari delapan siswa yang mengalami gejala mengarah ke Covid-19.

Setelah mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka, delapan siswa sekolah asrama tersebut mengalami demam, batuk serta kehilangan indra penciuman atau anosmia.

Dari 27 siswa yang menjalani tes swab awal, mereka semua dinyatakan positif Covid-19.

Dinas Kesehatan lalu melakukan tracing dengan mengetes 196 siswa.

"Hasilnya hari ini tambah 152 siswa yang positif Covid-19. Sehingga total yang positif 179 orang. Yang sudah dinyatakan sembuh 5 orang tinggal 174 siswa yang masih menjalani perawatan," kata Ketua DPRD Jateng Bambang Kisriyanto.

Menyusul temuan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berencana menunda rencana pembelajaran tatap muka (PTM).

"Kemungkinan besar (PTM Januari 2021) belum karena kalau kita melihat pertumbuhan di seluruh dunia seperti ini apalagi yang di Jawa aja tumbuhnya kaya gini lebih baik kita hati-hati," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada wartawan, Jumat (4/12/2020).

Baca juga: Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

 

Rumah Menkopolhukam Mahfud MD di Pamekasan didemo ratusan warga, Selasa (1/12/2020).KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN Rumah Menkopolhukam Mahfud MD di Pamekasan didemo ratusan warga, Selasa (1/12/2020).
2. Fakta terbaru pengepungan rumah Mahfud MD, di luar sepengetahuan korlap

Fakta terbaru didapati dari buntut kasus penggerudukan massa di rumah Menko Polhumkam Mahfud MD di Pamekasan.

Rupanya, diketahui, aksi massa yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan Madura tersebut merupakan inisiatif dari sekelompok orang.

Sebab, koordinator massa Umat Islam Pamekasan dalam aksi sebelumnya di Mapolres Pamekasan mengaku tidak mengetahui perihal pengepungan rumah Mahfud MD tersebut.

Koordinator massa Umat Islam Pamekasan Madura Saifuddin mengaku aksi tersebut di luar sepengetahuan dan di luar koordinasinya.

Ia mengaku memang benar jika sebelumnya ada aksi unjuk rasa di Mapolres. Saat itu dirinya yang menjadi koordinator lapangan demonstrasi di Mapolres.

Tapi setelah aksi itu, Saifuddin dan peserta lainnya langsung pulang.

Ia tak mengetahui ada sekelompok orang yang kemudian mendatangi rumah Mahfud MD.

Bahkan, Saifuddin tidak mengetahui adanya peserta aksi yang kini diperiksa oleh polisi.

"Betul mereka yang aksi kemarin saya yang menjadi korlapnya waktu di Polres (Pamekasan). Namun aksi susulan di rumah Mahfud MD itu bukan tanggung jawab saya karena tanpa koordinasi dengan saya," kata dia, Jumat (4/12/2020).

"Meskipun bukan tanggung jawab saya, saya akan cari informasi siapa dua orang yang sudah diperiksa polisi tersebut," ujar dia.

Baca juga: Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

3. Kader ramai-ramai copot kaus paslon yang didukung PDIP

Sejumlah kader PDI-P melepas baju kampanye Paslon yang diusung partainya sebagai tanda penatikan dukungan di Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (4/12/2020).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Sejumlah kader PDI-P melepas baju kampanye Paslon yang diusung partainya sebagai tanda penatikan dukungan di Ngajum, Kabupaten Malang, Jumat (4/12/2020).
Sejumlah kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) beramai-ramai melepas baju bergambar pasangan calon nomor urut 1 Sanusi-Didik Gatot Subroto.

Padahal pasangan SanDi tersebut diusung oleh PDI-P.

Tak hanya melepas kaus, mereka juga mengalihkan dukungan untuk pasangan nomor urut 2 yakni Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono (LaDub).

Rupanya, pelepasan kaus itu juga buntut dari pemecatan mantan Bupati Malang Sujud Pribadi dari PDI-P.

Sujud dipecat lantaran dinilai membelot dan mendungkung paslon rival PDI-P.

Namun para loyalis Sujud yang tergabung dalam Relawan Merah Putih itu mengaku aksi tersebut bukan atas perintah Sujud.

"Pak Sujud (mendukung paslon lain) bukan karena pribadinya. Tapi, ingin Kabupaten Malang ada perubahan yang signifikan. Tetapi garis partai berbeda dengan pemikiran beliau. Kami yang di sini tanpa ada koordinir dari Pak Sujud," kata dia.

Bahkan para kader itu siap dipecat dari PDI-P karena telah membelot dari keputusan DPP.

Baca juga: Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

 

Kemisan dari Plampang 2 Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.KOMPAS.COM/DANI JULIUS Kemisan dari Plampang 2 Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
4. Satu tahun hilang, Kemisan Jalan Kaki 400 km dari Kulon Progo ke Surabaya

Pergi tanpa pesan sejak Desember 2019, Kemisan (35) akhirnya pulang ke rumahnya di Pedukuhan Plampang 2, Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Selama setahun hilang, Kemisan ternyata berjalan kaki sampai ke Surabaya atau sekitar 400 kilometer.

Terakhir yang dia ingat ialah saat terjaring razia Satpol PP Surabaya hingga akhirnya memulangkannya ke Kulon Progo.

Keluarga selama ini tidak mencarinya karena tidak tahu mau mencari ke mana.

Dan kejadian ini bukan yang pertama, karena Kemisan pernah berjalan kaki ke Yogyakarta, Banyumas hingga Solo.

Baca juga: Satu Tahun Hilang, Kemisan Rupanya Jalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo ke Surabaya

5. Cerita FR hilang di tambang pasir, tidur di backhoe saat awan panas menerjang

Kejadian Awan Panas Guguran di Semeru (1/12/2020)dok. PVMBG Nia Kejadian Awan Panas Guguran di Semeru (1/12/2020)
Seorang operator ekskavator asal Probolinggo, FR (27), hilang saat Gunung Semeru meletus pada Selasa (1/12/2020).

Tiga hari tak ada kabar, FR diyakini sudah meninggal karena lokasinya bekerja berada di penambangan pasir dekat aliran sungai Besuki Kobokan.

"FR sudah ditahlilkan tiga hari yang lalu, nanti malam tahlil keempat. Keluarga sudah ikhlas FR pergi untuk selamanya," kata Ketua BPBD Petunjungan, M Ishaq Baihaqi saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/12/2020).

Rekannya terakhir kali melihat FR tidur di dalam ekskavator karena kelelahan.

Diyakini bahwa FR terhanyut bersama material letusan gunung.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Taufiqurrahman, Riska Farasonalia, Dani Julius Zebua, Andi Hartik | Editor: Dheri Agriesta, Khairina, Pythag Kurniati, Robertus Belarminus)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.