Bintara Polisi Ini 2 Kali Terlibat Kasus Narkoba

Kompas.com - 05/12/2020, 10:11 WIB
Ilustrasi narkoba ThinkstockIlustrasi narkoba

NUNUKAN, KOMPAS.com – Seorang bintara polisi di Polres Nunukan, Kalimantan Utara, Bripka BK dipecat atau dikenakan pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) karena terlibat dalam kasus narkotika.

Upacara PDTH dipimpin langsung Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar di lapangan Tribrata Mapolres Nunukan, Jumat (4/12/2020).

Upacara tanpa kehadiran BK yang sedang ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nunukan.

Baca juga: Seorang Polisi Diduga Ikut Memerkosa Gadis Keterbelakangan Mental

"Saya merekomendasikan PTDH didasarkan pada hasil penyidikan dan sidang komisi kode etik untuk rangkaian perkara peredaran narkoba, baik yang sudah inkrah vonis PN tahun 2017, serta saat BK tertangkap kembali dengan kasus serupa pada 22 Juni 2020," ujar Syaiful.

Kapolres mengingatkan kepada seluruh anggota Polres Nunukan agar PTDH ini menjadi evaluasi bagi semua.

Keterlibatan anggota polisi dalam pemakaian atau peredaran narkoba sama dengan mencoreng citra Institusi Polri.

"Laksanakan tugas pokok dan fungsi polisi sebaik mungkin, dengan penuh tanggung jawab dan menjaga kehormatan Bhayangkara," kata Syaiful.

Baca juga: Kapolresta: Kalau Ada Polisi Pakai Narkoba, Silakan Lapor, Nanti Kami Bantu

Kronologi kasus

Pada 22 Juni 2020, Satuan Reserse Narkoba Polres Nunukan melakukan penggerebekan di sebuah penginapan di Nunukan Timur terhadap oknum ASN Dinas Perhubungan berinisial WA.

Polisi menemukan barang bukti 950 gram sabu.

Polisi melihat sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan penginapan tiba-tiba saja tancap gas, sehingga dilakukan pengejaran.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Iptu Lusgi Simanungkalit mengatakan, dari keterangan WA, pengemudi tersebut adalah BK, anggota Polres Nunukan berpangkat Bripka.

Dari hasil pemeriksaan, WA hanya sebagai kurir yang diminta oleh BK untuk mengambil sabu seberat 950 gram dalam penginapan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X