Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Kompas.com - 05/12/2020, 06:16 WIB
Kemisan dari Plampang 2 Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. KOMPAS.COM/DANI JULIUSKemisan dari Plampang 2 Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Kemisan (35) warga Kulon Progo menghilang dari rumahnya pada awal Desember 2019. Setahun kemudian, Kemisan kembali ke keluarganya dan tiba di rumahnya pada Rabu (2/12/2020).

Ternyata Kemisan tinggal di panti rehabilitasi di Surabaya setelah ditemukan Satpol PP di jalanan sekitar setahun lalu.

Rupanya Kemisan berjalan kaki dari Kulon Progo dengan menggunakan sandal jepit ke Surabaya. Sedangkan jarak antara Kulon Progo ke Surabaya sekitar 400 kilometer.

Saat terjaring operasi Satpol PP, kondisi Kemisan sangat memprihatinkan. Ia terkena penyakit kulit parah yang dipenuhi bintik putih serta gatal.

Baca juga: Satu Tahun Hilang, Kemisan Rupanya Jalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo ke Surabaya

Kemisan kemudian dimasukkan ke panti rehabilitasi. Selama setahun dirawat di panti tersebut, Kemisan mulai bisa diajak bicara.

Kepada petugas, Kemisan bercerita jika ia berasal dari Kokap, Kulon Progo. Petugas di Surabaya kemudian menghubung Dinas Sosial Wates.

“Setelah perawatan setahun baru bisa diajak komunikasi. Ia mengaku berasal dari Kokap, Kulon Progo.Dinsos Surabaya menghubungi Dinsos Wates melalui Kasi Rehabilitasi, lalu disampaikan ke saya untuk melaksanakan asesmen."

"Kemudian, Kemisan diterima Dukuh (kepala dusun) dan kakaknya,” kata Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kokap, Taufik via pesan.

Baca juga: Selama November, Kasus Positif Covid-19 di Kulon Progo Tambah Hampir 100 Persen

Sering bepergian jalan kaki

Ilustrasi jalan kakierlobrown Ilustrasi jalan kaki
Kemisan adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sehari-hari ia tinggal bersama ibunua, Ngatiah yang sudah lansia.

Pria tersebut memiliki riwayat sakit syaraf di otak sehingga harus menjalani terapi obat yang panjang.

Saat Kemisan terakhir kali meninggal rumah pada Desember 2019 lalu, sang kakak, nasiran sedang pergi bekerja.

Kemisan pergi meninggalkan rumah tanpa membawa barang apapun termasuk surat identitas. Keluarga tak mencari Kemisan karena tidak tahu kemana harus mencari Kemisan.

Baca juga: Rantai Penularan Klaster Dukcapil Kulon Progo Sulit Diputus, Ada 108 Kasus Positif Covid-19

Kepergian pria 35 tahun tanpa pamit itu bukan lah yang pertama. Kemisan pernah meninggalkan rumah dan berjalan kaki ke Yogyakarta, Banyumas hingga Solo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Menuju Balai Benih Ikan di Belitung Timur Putus Diterjang Banjir

Jalan Menuju Balai Benih Ikan di Belitung Timur Putus Diterjang Banjir

Regional
Berstatus Penyintas, Bupati Karawang Tak Masuk Daftar Disuntik Vaksin Covid-19

Berstatus Penyintas, Bupati Karawang Tak Masuk Daftar Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Bunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang, Agus Mengaku Kesal Korban Persingkat Waktu Kencan

Bunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang, Agus Mengaku Kesal Korban Persingkat Waktu Kencan

Regional
Dihadang Longsor hingga Jalan Kaki ke Desa Terisolir, Ini Perjuangan Relawan Gempa Sulbar

Dihadang Longsor hingga Jalan Kaki ke Desa Terisolir, Ini Perjuangan Relawan Gempa Sulbar

Regional
Terdampak Gempa Sulbar, 50 Perantau Minang Tinggal di Pengungsian

Terdampak Gempa Sulbar, 50 Perantau Minang Tinggal di Pengungsian

Regional
Belasan Rumah dan Mushala Terancam Bencana Tanah Bergerak di Purworejo

Belasan Rumah dan Mushala Terancam Bencana Tanah Bergerak di Purworejo

Regional
Pengungsi Banjir Banjarmasin Butuh Popok, Susu Bayi, dan Obat-obatan

Pengungsi Banjir Banjarmasin Butuh Popok, Susu Bayi, dan Obat-obatan

Regional
Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Regional
Seorang Pejabat Pemkab Jombang Meninggal karena Covid-19, Diduga Punya Penyakit Penyerta

Seorang Pejabat Pemkab Jombang Meninggal karena Covid-19, Diduga Punya Penyakit Penyerta

Regional
12 Hari Buron, Pembunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang Tertangkap

12 Hari Buron, Pembunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang Tertangkap

Regional
Unik dan Menarik, Alasan Syaiful Gunakan Tanda Tangan Berlambang Konoha di KTP

Unik dan Menarik, Alasan Syaiful Gunakan Tanda Tangan Berlambang Konoha di KTP

Regional
Longsor di Km 31 Gunung Salak Aceh Utara, Akses ke Bener Meriah Putus, Kendaraan Antre Belasan Km

Longsor di Km 31 Gunung Salak Aceh Utara, Akses ke Bener Meriah Putus, Kendaraan Antre Belasan Km

Regional
Puluhan Kios Penjual Makanan di Megamas Manado Rusak Diterjang Ombak

Puluhan Kios Penjual Makanan di Megamas Manado Rusak Diterjang Ombak

Regional
Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19, Pemkab Lakukan Tracing

Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19, Pemkab Lakukan Tracing

Regional
Gelombang Mirip Tsunami Terjang Pantai di Manado, Ini Kesaksian Warga dan Penjelasan BMKG

Gelombang Mirip Tsunami Terjang Pantai di Manado, Ini Kesaksian Warga dan Penjelasan BMKG

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X